Pages

Selasa, 01 Juli 2014

filsafat pendidikan islam



PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
A.  Pengertian Filsafat Pendidikan Islam
Secara bahasa, terpilah tiga kata, yaitu, filsafat, pendidikan, dan islam. Ketiganya dimaknai sebagai cara berfikir secara mendasar tentang pendidikan bercorak islam yang menjadi teori. Filsafat berasal dari dua kata bahasa Yunani,
Filsafat pendidikan islam adalah suatu pemikiran-pemikiran yang dijadikan landasan atau asas pendidikan, berdasarkan moral-moral islam menuju terbentuknya kepribadian islam.
B.  Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam
Ruang lingkup filsafat pendidikan islam menyangkut biang-bidang sebagai berikut:
1.      Kosmologi
2.      Ontologi
3.      Philosophy of mind
4.      Epistimologi
5.      Aksiologi
C.  Tujuan Filsafat Pendidikan Islam
1)      Mengispirasikan, yaitu memberikan inspirasi kepada para pendidik untuk melaksanakan ide tertentu dalam pendidikan.
2)      Menganalisis, yaitu memeriksa secara teliti bagian-bagian pendidikan agar dapat diketahui secara jelas validitasnya.
3)      Mendeskriptifkan, yaitu upaya menjelaskan atau memberi pengarahan kepada pendidik melalui filsafat pendidikan.
4)      Menginvestigasi, yaitu memeriksa atau meneliti kebenaran teori pendidikan.
D.  Fungsi Filsafat Pendidikan Islam
1)      Sebagai kerangka atau landasan dasar bagi pendidikan (teoritis).
2)      Sebagai penunjang bagi pemecahan berbagai problematika dalam pendidikan (praktis), artinya ilmu pendidikan dilaksanakan dalam aktifitas.
E.   Metode Filsafat Pendidikan Islam
1.      Metode historis, yaitu cara mepelajari filsafat dengan sejarah perkembangannya.
2.      Metode sistematis, yaitu dengan cara memperhatikan isi persoalan filsafat.
F.   Hubungan dan Perbedaan Filsafat, Teori, dan Praktik Pendidikan
Secara singkat hubungan antara keduanya dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Filsafat pendidikan memberikan pandangan-pandangan filsafatnya kepada teori pendidikan.
2.      Teori pendidikan sebagai sebuah disiplin ilmu yang otonom, sering menemui masalah-masalah yang membutuhkan bantuan filsafat pendidikan.
3.      Pelaksanaan teori pendidikan sering memberikan bahan-bahan baru kepada filsafat pendidikan untuk direnungkan.

Perbedaan antara keduanya antara lain:
1)      Keduanya merupakan dua disiplin ilmu yang berbeda.
2)      Objek filsafat pendidikan dengan teori pendidikan berbeda.
3)      Pendekatan keduanya perbeda.
























HAKIKAT MANUSIA, MASYARAKAT, ALAM, DAN ILMU PENGETAHUAN
A.      Pengertian Manusia
Manusia dalam bahasa Inggris di sebut man (asal kata dari bahasa Anglo-Saxon), arti dasar dari kata ini tidak jelas tetapi pada dasarnya dapat dikaitkan dengan mens (Latin), yang berarti  “ada yang berfikir”.
Dalam KBBI (2005:714) manusia di artikan sebagai “makhluk yang berakal budi” (mampu menguasai makhluk yang lain). Kata manusia berasal dari kata manu (Sansekerta) atau mens (Latin)yang berarti berfikir, berakal budi,atau homo (Latin) yang berarti manusia.
Manusia adalah ciptaan Tuhan dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan yang lain.
B.       Pengertian Masyarakat
Dalam bahasa Inggris masyarakat disebut dengan istilah society, dari bahasa Latin soictas (dari socio: mengambil, bagian, berbagai, menyatukan). Masyarakat adalah suatu kumpulan orang-orang atau suatu asosiasi sukarela individu-individu yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama.
Terdapat beberapa tokoh yang memberikan pengertian tentang masyarakat, antara lain:
1)      Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial, dan selalu berubah. (Mac Iver dan Page)
2)      Masyarakat adalah kesatuan hidup mahluk-mahluk manusia yang terikat oleh satu sistem adat istiadat tertentu. (Koentjaraningrat)
3)      Masyarakat adalah tempat orang-orang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. (Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi)
C.       Hakikat Alam Semesta
Kata alam barasal dari bahasa Arab ‘alam yang seakar dengan ‘ilmu (pengetahuan) dan alamat (pertanda). Istilah alam dalam al-qur’an datang dalam bentuk jamak (‘alamiina), disebut sebanyak 73 kali dalam 30 surat.
Alam semesta dapat didefinisikan sebagai kumpulan jauhar yang tersusun dari maddah (materi) dan shurah (bentuk), yang dapat diklasifikasikan ke dalam wujud konkrit (syahadah) dan wujud abstrak (ghaib). Kemudian dari sisi lain, alam semesta bisa juga di bagi ke dalam beberapa jenis seperti benda-benda padat (jamadat), tumbuh-tumbuhan (nabatat), hewan (hayawanat), dan manusia.
D.    Hakikat Ilmu Pengetahuan







HAKIKAT PENDIDIKAN
A.      Hakikat dan Dasar Pendidikan Islam
1.        Hakikat Hidup
Hakikat pendidikan tidak dapat dipisahkan dari hakikat hidup. Dalam pembicaraan tentang hakikat hidup tidak dapat dipisahkan tentang tugas hidup dan tujuan hidup. Tindakan manusia menurut matrealisme berasal dari alam materi (sel-sel) badannya. Gerak hewan,tumbuhan, ataupun manusia bukan berasal dari adanya prinsip hidup yang melahirkannya. Tetapi semata karena hukum alam yang material.
Menurut aliran kedua yaitu aliran serba ruh, hakikat hidup ituberasal dari ruh. Prinsip hidup bukanlah materi tapi ruh.
2.        Hakikat Pendidikan
Pendidikan dapat difahami dari tiga pendekatan. Pertama, pendekatan luas. Dalam pendekatan luas, pendidikan yaitu hidup. Pendidikan dalam arti luas, mempunyai karakteristik sebagai berikut: masa pendidikan, lingkungan pendidikan, bentuk kegiatan, tujuan.
Kedua, pendidikan dalam arti sempit yaitu, pendidikan adalah sekolah. Berikut karakteristiknya: masa pendidikan, lingkungan pendidikan, bentuk kegiatan, tujuan kegiatan
Ketiga, pendidikan dalam arti luas terbatas, yaitu usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Karakteristiknya antara lain: masa pendidikan, lingkungan pendidikan, bentuk kegiatan, tujuan pendidikan.
3.        Hakikat Pendidikan Islam
Hakikat pendidikan islam ditinjau dari dua aspek, yaitu:
1)      Membantu. Hakikat pendidik membantu seorang menjadi manusia seuthnya (memanusiakan manusia).
2)      Menolong. Pada setiap manusia itu ada potensi untuk menjadi manusia.
4.        Dasar Pendidikan
Dasar pendidikan islam secara garis besar ada tiga, yaitu:
1)      Al-Qur’an
2)      As-Sunnah
3)      Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia
B.       Tujuan Hidup dan Tujuan Pendidikan
Tujuan hidup menurut islam adalah beribadah atau mengabdikepada Allah SWT. Tujuan pendidikan berisi rumusan-rumusan dasar atau nilai-nilaidasar yang bersifat fundamental. Tujuan pendidikan yang berisi nilai-nilai itu berfungsi untuk mengakhiri tujuan, mengarahkan tujuan, mencapai tujuan-tujuan lain, dan memberi nilai pada usaha.


HAKIKAT PENDIDIK
A.      Pengertian Hakikat Pendidik
Dalam konteks pendidikan islam, pendidik disebut dengan murabbi, muallim, dan muaddib. Kata atau istilah murabbi , misalnya sering dijumpai dalam kalimat yang orientasinyalebih mengarah pada memeliharaan, baik yang bersifat jasmani maupun rohani. Sedangkan untuk kata muallim pada umumnya dipakai dalam membicarakan aktivitas yang lebih terfokus pada pemberian atau pemindahan ilmu pengetahuan dari seseorang yang lebih tahu kepada seseorang yang lebih tahu. Adapun istalah muaddib menurut al-attas, lebih luas dari istilah muallim dan lebih relevan dengan konsep pendidikan islam.
Dari sega bahasa, pendidik memiliki pengertian sebagai orang yang mendidik. Hal ini bermakna bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Beberapa istilah tentang pendidik mengacu kepada seseorang yang memberikan pengetahuan, keterampilan, atau pengalaman kepada orang lain.
B.       Tugas dan Peran Pendidik
Secara umum tugas pendidik adalah mendidik. Mendidik merupakan rangkaian proses maaengajar, memberi dorongan, memuji, menghukum, memberi contoh, membiasakan, dan lain sebagainya. Batasan ini memberikan arti bahwa tugas pendidik bukan hanya sekedar mengajar sebagaimana pendapat kebanyakan orang. Adapun tugas lain pendidik adalah menciptakan situasi untuk pendidikan.Guru memiliki peran yang sangat penting, antara lain:
1)      Sebagai pendidik
2)      Sebagai pembimbing
3)      Sebagai pelatih
4)      Sebagai penasehat
5)      Sebagai teladan
6)      Sebagai peneliti
7)      Sebagai pendorong kreativitas
C.       Kode Etik dan Karakter Pendidik
Kode etik pendidik adalah norma-norma yang mengatur hubungan kemanusiaan antara pendidik dan peserta didik, orang tua peserta didik, patner, serta dengan atasannya.
Menurut Muhammad Athiyah al-Abrasy, menyebutkan 6 karakteristik yang harus dimiliki pendidik sebagai berikut:
1.      Seorang pendidik harus memiliki sifat zuhud.
2.      Seorang pendidik harus memiliki jiwa yang bersih dari sifat dan akhlak yang buruk.
3.      Seorang pendidik harus ikhlas dalam melaksanakan tugasnya.
4.      Seorang pendidik juga harus bersifat pemaaf terhadap anak didiknya.
5.      Seorang pendidik harus dapat menempatkan dirinya sebagai bapak/ibu sebelum menjadi seorang pendidik.
6.      Harus mengetahui bakat,tabiat, dan watak anak didik dan menguasai bidang study yang akan diajarka
HAKIKAT PESERTA DIDIK
A.      Pengertian Peserta Didik
Peserta didik secara khusus adalah orang-orang yang belajar di lembaga pendidikan tertentu yang menerima bimbingan, pengarahan, nasihat, pembelajaran, dan berbagai hal yang berkaitan dengan proses pendidikan.
Secara bahasa peserta didik adalah orang yang sedang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun psikis.
Murid dalam pengertian secara umum adalah tiap kelompok atau sekelompok individu yang menerima pengaruh dari seseorang dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Jadi, peserta didik adalah manusia laki-laki atau perempuan, baik anak-anak atau orang dewasa yang sedang mengalami fase perkembangan baik fisik maupun psikis.
B.       Kepribadian Peserta Didik
Allport mendefinisikan kepribadian sebagai susunan yang dinamis dalam sisitem psiko-fisik (jasmani dan rohani).
C.       Etika dan Karakter Peserta Didik
Etika peserta didik merupakan sesuatu yang harus dilakukan, Al-Ghazali merumuskan sepuluh kewajiban peserta didik, antara lain:
1)      Belajar dengan niat ibadah untuk selalu mendekatkan diri pada Allah Swt dengan niat ikhlas.
2)      Mengurangi kecenderungan pada urusan dunia tetapi lebih mengutamakan pada urusan akhirat.
3)      Memiliki kepribadian tawadhu dengan lebih mengutamakan kepentingan pendidikan daripada kepentingan pribadi.
4)      Menghindari pemikiran-pemikiran yang dapat memengaruhi kebimbangan peserta didik yang timbul dari berbagai aliran.
5)      Lebih mengutamakan ilmu-ilmu yang terpuji baik itu ilmu duniawi maupun ukhrowi.
6)      Menuntut ilmu secara bertahap sesuai dengan kemampuan yamg dimiliki peserta didik.
7)      Menuntut ilmu secara tuntas sampai memahami materi yang dipelajari.
8)      Mengenal nilai-nilai ilmiah atas ilmu yang dipelajari.
9)      Lebih mengutamakan ilmu agama.
10)  Harus patuh dan tunduk pada pendidik.
D.      Kebutuhan Peserta Didik
Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan:
1.      Aspek Pedadogis, yaitu manusia memerlukan pendidikan.
2.      Aspek Sosiologis dan Kultural,  yaitu manusia adalah makhluk yang berwatak dan berkemampuan dasar.
3.      Aspek Tauhid, yaitu manusia adalah makhluk yang berketuhanan.

HAKIKAT KURIKULUM
A.  Hakikat, Asas, Dasar-dasar, dan Prinsip Kurikulum
     Kurikulum berasal dari curriculum dari kata currir artinya pelari dan curure artinya tempat berpacu. Pengertian kurikulum dalam bahasa Arab disebut manhaj, menurut Muhammad Ali al-Khouly adalah seperangkat perencanaan untuk mengantarkan lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan.
     Asas kurikulum menurut Mohammad Al-Thoumy Al-Syaibany asasnya terbagi menjadi empat di dalam pendidikan islam, yaitu: pertama, asas agama yaitu al-Qur’an dan as-sunnah, kedua, asas falsafah, ketiga asas psikologi, keempat asas sosial.
     Dua orang penulis pendidikan islam, Al-Syaibani dan Abdul Mujib menetapkan dasar pokok bagi kurikulum tersebut sebagai berikut:
1)      Dasar Religi
2)      Dasar FalsafahDasar Psikologi
3)      Dasar Sosiologis
4)      Dasar Organisasi
     Menurut Tabrani ada beberapa prinsip evaluasi yang digariskan oleh pendidikan islam, yaitu:
1.      Prinsip Kesimbungan
2.      Prinsip Menyeluruh
3.      Prinsip Obyektivitas
B.  Isi dan Orientasi Kurikulum Pendidikan Islam
1.   Isi Kurikulum
            Kurikulum setidaknya terdiri dari empat unsur yaitu tujuan, isi, metode, dan evaluasi. Ibnu Khaldun mengatakan sebagaimana dikutip oleh Abdul Mujib mengelompokkan isi kurikulum pendidikan islam dengan dua tingkatan diantaranya: tingkatan pemula (manhaj ibtida’) dan tingkatan atas (manhaj ‘ali).
2.   Orientasi Kurikulum
            Kurikulum menurut pendidikan islam memiliki lima orientasi, antara lain:
a)      Orientasi pelestarian nilai-nilai
b)      Orientasi pada kebutuhan sosial
c)      Orientasi peserta didik
d)     Orientasi pada masa depan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.




METODE PENDIDIKAN ISLAM
A.                Pengertian Metode Pendidikan
Metode pendidikan islam adalah suatu jalan atau cara untuk mencapai tujuan pendidikan melalui aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadi.
B.     Hakikat, Dasar, dan Prinsip Metode Pendidikan Islam
      Pendidikan islam sebagai suatu sistem dapat dipahami bahwa dalam pendidikan islam terdapat gagasan, prinsip-prinsip dan subsistem lainnya yang saling berhubungan.
      Dasar-dasar metode pendidikan islam antara lain yaitu, dasar agamis, dasar biologis, dasar psikologis, dan dasar sosiologis.
      Dalam metode mengajar prinsip merupakan hal penting oleh karena itu agar efektif, maka setiap metode harus memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:
1)      Metode tersebut harus memanfaatkan  teori kegiatan mandiri
2)      Memanfaatkan hukum pembelajaran
3)      Memanfaatkan masa lampau peserta didik yang mengandung unsur-unsur yang sama dengan unsur-unsur materi pembelajaran yang dipelajari akan melancarkan pembelajaran
4)      Didasarkan atas teori dan praktek yang terpadu dengan baik
5)      Dll.
C.     Macam-Macam Pendidikan Islam
            Macam-macam pendidikan islam, antara lain yaitu metode kisah, metode dialog, metode amstal, metode teladan, metode pembiasaan, metode ibrah dan mauidhoh, dan metode targhib dan tarhib.
D.    Tugas, tujuan, dan Fungsi, serta Prosedur Metode Pendidikan Islam
      Tugas utama metode pendidikan adalah mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologis dan pedadogis sebagai kegiatan antar hubungan pendidikan yang terealisasi melalui penyampaian keterangan dan pengetahuan.
      Sedangkan fungsi








EVALUASI PENDIDIKAN
A.                Pengertian Evaluasi Pendidikan
Evaluasi adalah  penetapan  baik buruk, memadai  kurang memadai terhadap program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kriteria  tertentu  yang disepakati sebelum dan dapat dipertanggungjawabkan.
B.                 Tujuan Evaluasi Pendidikan
Tujuan evaluasi sebagaimana disampaikan oleh Athiyah al-Abrasy adalah untuk mengetahui  kadar pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan.
C.                Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan
Dalam melaksaksanakan evaluasi dalam pendidikan Islam ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh para evaluator dalam melaksanakan proses pendidikan.
1)      Evaluasi harus mengacu pada tujuan
2)      Evaluasi dilaksanakan objektif
3)      Evaluasi harus dilaksanakan dengan konfrehensif
4)      Evaluasi harus dilaksanakan secara terus-menerus
D.                Fungsi Evaluasi Pendidikan
1.      Secara psikologis
2.      Secara sosiologis
3.      Secara didaktis-metodis, dll.
E.                 Jenis-Jenis Evaluasi Pendidikan
1)      Penilaian Formatif
2)      Penilaian sumatif
3)      Penilaian placement
4)      Penilaian dianotis
F.                 Langkah-Langkah Evaluasi Pendidikan
1.      Penentuan tujuan evaluasi untuk mengetahui penguasaan peserta didik dalam potensi atau subkompetensi tertentu setelah mengikuti proses pembelajaran.
2.      Penyusunan kisi-kisi soal.
3.      Telaah atau “Review dan Revisi” soal.
4.      Uji Coba (Try Out)
5.      Penyusunan soal diperlukan banyak butir soal.
6.      Penyajian tes diberikan atau disajikan kepada peserta didik.
7.      Scorsing atau pemeriksaan terhadap lembar jawaban dan pemberian angka merupakan langkah untuk mendapatkan informasi kuantitatif dari masing-masing peserta didik.
8.      Pengolahan hasil tes untuk discorsing, hasilnya perlu diolah dengan mencari konversi nilai.
9.      Pelaporan hasil tes dilaksanakan dan dilakukan scorsing, hasil pengetesan tersebut perlu dilaporkan.
10.  Pemanfaatan hasil tes yang diperoleh melalui ujian sangat berguna sesuai dengan tujuan ujian.

KURIKULUM 2013
A.           Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
B.            Landasan Implementasi Kurikulum 2013
1.         Landasan Yuridis
Landasan yuridis kurikulum diantaranya adalah sebagai berikut:
a)      Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
b)      Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
c)      Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Dll.
2.         Landasan Filosofis
a)   Filosofis pancasila yang memberikan berbagai prinsip dasar dalam pembangunan pendidikan
b)Filosofi pendidikan yang berbasis padanilai-nilai luhur, nilai-nilai akademik, kebutuhan peserta didik, dan masyarakat.
C.           Karakteristik dan Tujuan Kurikulum 2013
a)   Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual  dan sosial.
b)Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana.
c)   Mengembangkan sikap, pengetahuan,dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat. Dll.
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang  beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara, dn peradaban dunia.
D.           Basis kompetensi kurikulum 2013
Pada hakikatnya kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.
E.                Kompetensi inti dan kompetensi dasar
1)             Kompetensi inti
       Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu.
2)             Kompetensi dasar
       Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti.















KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AL-GHAZALI DAN IBNU KHALDUN
A.                Biografi Al-Ghazali
Beliau bernama Muhammad bin Muhammmad bin Muhammad bin Ahmad Al -  Ghozali. Namanya kadang diucapkan Ghazzali (dua “Z”),artinya tukang pintal benang, karena pekerjaan ayah al ghozali adalah tukang pintal benang wol . sedangkan yang lazim ialah ghozali (satu “Z”),diambil dari kata Ghazalah nama kampung kelahirannya.
Al – Ghazali lahir pada tahun 450 H / 1058 M,di Desa Thus wilayah khurasan ,Iran.
Setelah menamatkan studi di Thus dan Jurjan,al – Ghazali melanjutkan dan meningkatkan pendidikannya di Naisabur,dan bermukim disana. Tidak berapa lama mulailah mengaji kepada Al – juwainy. Salah seorang pemuka agama yang terkenal dengan sebutan imamul haramain. Kepadanya al – Ghazali belajar ilmu kalam,ilmu ushul,madzab fiqh,retorika,logika,tasawuf,dan filsafat.
Pada hari senin tanggal 14 jumadatsaniyah tahun 505 H / 18 Desember 1111 M imam Al – Ghazali  meninggal dunia,dan beliau dimakamkan disebelah tempat khalwat (khanaqah)-nya. Umurnya yang pendek cukup besar manfaatnya bagi dunia ilmu pengetahuan. Karangan beliau banyak sekali,yang paling populer adalah Ihya Ulumuddin.Hasil karyanya merupakan cermin nyata dari jalan pikirannya.
B.                 Karya-Karya Al-Ghazali
Karyanya antara lain maqasid al-falasafih (filsafat), al- basith (ilmu fiqih dan ushul fiqih), ihya ulum ad-din (ilmu tasawuf), jawahir al-qur,an (ilmu tafsir), dll.
C.                 Biografi Ibnu Khaldun
Ibnu  Khaldun memiliki nama lengkap Abdulrohman Abu Zaid Waliyuddin bin Muhammad bin Muhammad bin Hasan bin Muhammad bin Jabir bin Muhammad bin Ibrahim bin Abdulrohman bin Khalid bin Utsman. Nama aslinya adalah Abdulrahman ,dan nama keluarganya Abu Zaid,yang bergelar Waliyuddin. Nama beliau lebih dikenal dengan nama Ibnu Khaldun. Lahir di Tunisia pada tanggal 1 Ramadhan 732 H/ 27 Mei 1332 M.. ia lebih dikenal dengan pakar kenegaraan, sejarawan, dan ahli hukum dari madzhab Maliki. Asal usul nenek moyangnya berasal dari hadramaut. Keluarganya merupakan tokoh politik yang berpengaruh. Di antara keluarganya, hanya ayahnya yang tidak terjun dibidang politik.
Pada tanggal 26 Ramadlan 808 H bertepatan tanggal 16 Maret 1406 M,ibnu khaldun meninggal dunia secara mendadak dalam usia 76 tahun dalam kedudukan sebagai qadli atau hakim. Beliau dimakamkan di pekuburan yang berada di khoriju babu nasr di daerah Ridaniah yang sekarang disebut dengan abbasiyah.
D.                Karya-Karya Ibnu Khaldun
            Karya-karyanya antara lain kitab al-i’bar, muqaddimah, dan at-ta’rif ibnu khaldun.
E.                 Pemikiran Al-Ghazali
Pemikiran al Ghazali tentang pendidikan dapat dilihat dari tiga buku  karangannya,yaitu Fatihat al-Kitab ,Ayyuha al-Walad dan al-Ihya ‘Ulum ad-Din.
F.                  Pemikiran Ibnu Khaldun
secara garis besar,pemikiran pendidikan ibnu khaldun tertuang dalam kitab Muqaddimah bab keenam,










1 komentar:

Anonim mengatakan...

Casino at Foxwoods Resort and Casino - MapyRO
› › 의왕 출장안마 Hotels › 정읍 출장샵 광양 출장샵 › Hotels Compare reviews and find the best deal for the Casino at Foxwoods Resort and 속초 출장샵 Casino in 문경 출장샵 Address: West 36th St, Foxwoods, PA 18702 United States

Posting Komentar