ILMU PENDIDIKAN ISLAM
RINGKASAN
Disusun Guna Memenuhi: Tugas
Mata Kuliah: ILMU PENDIDIKAN ISLAM
Dosen Pengampu: Nur Uhbiyati

DisusunOleh:
Ma’rifatun (133311009)
Aniqotus Soimah (133311002)
IlyasNur Faozan (133311014)
Imam Sofyan (133311015)
M.Nur Edy D.A ( 123311032 )
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI WALISONGO
SEMARANG
2014
A. Tanggung Jawab Pendidikan Dalam Islam
Tanggung jawab pendidikan dalam Islam dimanifestasikan
dalam bentuk kewajiban melaksanakan pendidikan. Dalam GBHN (ketetapan MPR No.
IV/MPR/1978), berkenaan dengan pendidikan dikemukakan antara lain sebagai
berikut; “Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam
lingkugan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. karena itu pendidikan adalah
tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah”.
Memahami penjelasan di atas, maka dalam pelaksanaan
pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, meliputi:
1. Tanggung Jawab Orang Tua
Orang Tua memilki tanggung jawab yang sangat besar bagi terlaksananya
pendidikan. sesuai dengan firman Allah SWT:
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydßqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur
$pkön=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâxÏî ×#yÏ© w tbqÝÁ÷èt ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtur $tB tbrâsD÷sã ÇÏÈ
6.
Hai Orang-Orang Yang Beriman, Peliharalah Dirimu Dan Keluargamu Dari Api Neraka
Yang Bahan Bakarnya Adalah Manusia Dan Batu; Penjaganya Malaikat-Malaikat Yang
Kasar, Keras, Dan Tidak Mendurhakai Allah Terhadap Apa Yang Diperintahkan-Nya
Kepada Mereka Dan Selalu Mengerjakan Apa Yang Diperintahkan.
Menurut team penyusun buku Ilmu pendidikan Pendidikan pendidikan islan Dirbinpertais
Departemen Agama Republik Indonesia bahwa tanggung jawab pendidikan islam harus
di pikul orang tua sekurang-kurangnya adalah sebagai berikut:
a) Memelihara dan membesarkan anak
b) Melindungi dan menjamin kesamaan
c) Memberi pelajaran dalam arti yang luas
d) Membahagiakan anak baik dunia maupun akhirat sesuai pandangan dan tujuan
hidup muslim.
Dengan ada
keterbatasan-keterbatasan baik dari segi waktu maupun kemampuannya maka orang
tua dapat menyerahkan sebagian dari tugas dan tanggung jawab itu kepada kepala
sekolah atau pemimpin-pemimpin masyarakat.
2.
Tanggung Jawab Sekolah
Sekolah adalah lembaga yang
menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran sadari tugas dan tanggung jawab orang tua
untuk menyelenggarakan pendidikan. Tugas dan tanggung jawab sekolah terhadap
pendidikan terbatas pada wewenang yang diberikan orang tua. demikian juga
terbatas selama anak mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.
Tugas dan tanggung jawab pendidikan di
sekolah adalah guru. sedangkan menurut team penyususn Buku Ilmu Pendidikan
islam Departemen Agama RI guru adalah pendidik professional, karena secara
implicit ia telah merelakan dirinya menerima atau memikul sebagian tanggung
jawab pendidikan yang terpikul pada pundak orang tua.
3. Tanggung Jawab Masyarakat
Di dalam kehidupan masyarakat modern semua kepentingan rakyat, yang berlaku umum diatur dan diselenggarakan
pelayanannya oleh pemerintah. Pemerintah bertindak sebagai wakil rakyat untuk
mempertahankan kebutuhan dan kelanjutan kehidupan bermasyarakat itu. Demikianlah juga halnya dengan yang menyangkut persoalan sekitar
sekolah: Pemerintah mengatur segala yang berhubungan dan menyangkut kepentingan
bangsa dan rakyat, berkenaaan dengan sekolah.
B.
Peran
Wanita Dalam Pendidikan Islam
1.
Pandangan
Islam Terhadap Wanita
Pada
masa Yunani Wanita dipandang sebagai benda mati yang dapat diperjual belikan di
pasaran. sebagian mereka memandangnya
sebagai penyebab persengketaan, peperangan dan kehancuran dan bahkamn lebih
dari itu, wanita dipandang sebagai lambing kekejian dari perbuatan syaitan.
Menjelang
islam datang harkat dan martabat wanita dianggap rendah. Bngsa Arab
berkeyakinan bahwa anak perempuan tidak meninggikan martabat keluarga karena
tidak dapat berperang di medan laga, karena itu apabila mereka mempunyai anak
bayi perempuan, maka dikuburnya hidup-hidup. Tetapi dengan datangnya islam di
dunia ini membawa perubahan baru terhadap status dan peran wanita. Islam
menyatakan bahwa wanita mempunyai status dan peran yang sama dengan pria.
Sayid
Amir Ali melukiskan kedudukan wanita dengan sangat tepat sebagai berikut:
Rasuluallah menandaskan bahwa salah
satu ajaran islam yang asasi ialah: “menghormati wanita” . Dan para
pengikutnya, karena cinta dan hormatnya kepada anaknya.
Selanjutnya
dengan pemberian kesempatan yang luas dan penghormatan yang tinggi terhadap
wanita maka sejak itu muncullah tokoh-tokoh penting dalam berbagai bidang
ilmu pengetahuan terutama di bidang pendidikan islam. Mereka
bekerja di berbagai bidang kegiatan ini disamping mengharapkan ridla allah tetapi juga berusaha
menunjukkan kemampuan wanita serta meningkatkan derajat kaum wanita pada
umumnya. Di antara tokoh-tokoh wanita
tersebut antara lain:
a)
Aisyah
(9 seb, H =58 H. = 613-678 M), isteri tercinta dari Nabi Muhammad saw. Beliau seorang intellek orator caliber besar.
b)
Fatimah
(18 seb. H.-11 H=605-632), anak putri dari Nabi dari Istrinya Khadijah. wanita
intellek Quraisyi, yang berlidah fasih bicara.
c)
As-syifa
(men. 20 H-640 M), seorang guru, yang mengajar menulis dan membaca sejak dari zaman
sebelum islam.
d)
Rufaydah,
pendiri rumah sakit yang pertama di zaman Nabi untuk menampung segala orang
yang luka-luka dalam medan peperangan.
e)
Khansa
(men 24 H=645 M), penyair pejuang wanita yang
berhati tabah yang jarang bandingannya.
f)
Gazelah
(men, 77 H. =696 M), pahlawan wanita yang
gagah berani yang berjuang bahu membahu dengan suaminya.
g)
Zubaidah
(men. 216 H=831), seorang sosiawan yang jarang tandingannya.
h)
Aliyah
binti Al-Mahdi, ia tersohor karena mendalam pengetahuannya dalam syair dan
lagu,
i)
Fadhlun.
Ia diperbesarkan di Basrah dan ia mempelajari pengetahuan tentang sastera,
syair dan berlagu.
j)
Aisyah
binti ahmad bin Qadim Al-Qurtubiyah. Dengan tulisannya yang ia menulis Alquran
dan kumpulan tulisan, dan mengumpulkan buku serta mempunyai perpustakaan kitab-kitab.
k)
Lubna,
ia adalah seorang penulis Khalifah Al-Hakam bin Abdurrahman, ia pandai menulis,
seorang ahli nahwu, penyair pintar dalam ilmu pengetahuan dan berhitung.
l)
Walladah
binti Al-Khalifah Al-Mustakfi Billah, ia seorang satrawan penyair yang berani
berlomba dengan penyair dan sastrawan dan mampu mengatasi orang terpandai.
Di
samping sederetan nama sebagaimana tersebut, kiranya masih banyak lagi
nama-nama wanita pelaku sejarah tetapi tidak
perlu disebutkan seluruhnya di sini.
Dengan kenyataan di atas sudah cukup menjadi bukti otentik bahwa secara
teoritis dan kenyataan islam telah mengangkat derajat kaum wanita di muka bumi ini.
2.
Partisipasi
Wanita dalam Pendidikan Islam
Sejak beberapa tahun lalu, wanita telah memainkan
peran penting dalam pendidikan Islam, baik langsung ataupun tidak langsung,
individu atau kelompok, dimasa nabi masih hidup maupun masa-masa sesudahnya.
Menurut Syeh Tanthowi Al-jauhari bahwa diantara
hikmah dan rahasia nabi beristeri 12 orang, bukanlah untuk sekedar kepentingan pribadi
saja, tetapi yang terpenting adalah untuk menjadi contoh teladan bagi bagi
umatnya dan untuk meninggalkan guru-guru wanita dari kalangan isteri-isteri
beliau sendiri. Diantara isteri beliau yang berusia lanjut sampai wafat beliau
terbagi sebagai berikut:
a. Mengurus
rumah tangga Nabi berjumlah 5 orang yaitu : Saudan binti Zumi’ah, Shofiyyah
binti huyari, Juwariyah, Ummu habibah dan maemunah.
b. Guru-guru
wanita untuk mayarakat berjumlah 4 orang yaitu Aisyah, Zaenab, Ummu salamah dan
Hafshah.
Kalau Aisyah mengajarkan disamping ilmu agama juga
ilmu kedokteran serta pemimpin gerakan wanita di dalam masyarakat, maka Ummu
salamah di samping ilmu-ilmu agama juga mengajarkan ilmu politik dan diplomasi.
Sedangkan Zaenab binti Johasy di samping ilmu-ilmu agama juga mengajarkan ilmu
perusahaan ekonomi seperti: kerajinan tangan, perusahaan sepatu dan lainnya.
Sedangkan Hafshah binti Umar yang terkenal sebagai penyimpan kitab suci
Al-Quran’’, selain mengajarkan ilmu-ilmu agama juga lmu-ilmu persuratan dan
kesusasteraan.
Keempat isteri beliau itu pulalah yang berperan
aktif dalam pendidikan islam. Diantara merka itu ada yang mengajarkan pelajaran
Agama yang semula diajarkan oleh Nabi kepada mereka, selanjutnya mereka
mengajarkan pengetahuan agama yang dimilkinya, kepada para wanita pada saaat
itu. Kadang kala mereka menjelaskan pelajaran agama yang telat diajarkan oleh
nabi baik mengenai pengetahuan agama pada umumnya seperti cara bersuci, ibadat
dan lain sebagainya ataupun pelajaran yang menyangkut ke wanitaan pada khususnya.
Bahkan kadang-kadang Ummul mukminin tersebut memberikan penjelasan kepada
sahabat, lantaran sahabat tersebut telah berkeyakinan tentang aturan atau hukum
tentang sesuatu tertentu, padahal pemahaman sahabat tersebut, tidak benar,
karena itu Ummul mukminin menjelaskannya sesuatu dengan yang diajarkan oleh
Rosulllah saw. Salah satu contoh dapat dikekmukakan di sini yaitu riwayat yang
menyatakan bahwa Abdullah bin Amrin bin Al-Ash pernah berfatwa tentang cara
mandi wajib wanita. Abdullah mengatakan bahwa seseorang kalau melakukan mandi
wajib,harus melepaskan dan membasahi seluruh rambutnya. Menurut Siti Aisyah ra.
Fatwa tersebut tidak sesuai dengan petunjuk Nabi. Sehubungan dengan hal
tersebut di atas, maka Siti Aisyah ra. Meluruskan fatwa diatas an mengatakan:
‘’saya pernah mandi ( wajib ) bersam-sama dengan Nabi di dalam suatu bejana dan
saya hanya menuangkan air dia atas ( rambut ) kepala saya cukup 3 kali.
Sedangkan dari tanah air dapat dikemukkakan antara
lain Nyai Ahmad Dahlan dan Hajjah Rasuna Said. Kedua beliau ini mempunyai
peranan penting dalam pembinaan dan pendidikan Islam di Indonesia. Nyai Ahmada
Dahlan tinggal di Yogyakarta dan pelopor Aisyah yang bernaung di bawah
panji-panji Muhamadiyah, sedangkan Hajjah Rasuna tinggal di Sumatra Barat dan aktif
di PERMI ( Persatuan Muslim Indonesia ), tetapi agama perjuangan kedua beliau
itu sampai ke seluruh Nusantara.
Nyai Ahmad Dahlan amat tekun memina kaum wanita
Islam. Ia memperkasai adanya asrama yang waktu itu disebut Internast untuk
puteri-puteri pelajar. Saat itu yang ada baru asrama untuk snttri-sntri pria.
Asrama putri Islam itu diselenggarakan di rumahnya, khususnya untuk yang
belajar di Mu’allimat, sekolah calon guru agama.Makin lama makin besar
perhatian kepada asrama puteri Islam sehingga diperlukan dengan lain-lain
asrama atau pondokan di rumah ibu-ibu Aisyah. Di dalam asrama puteri itu Nyai
Ahmad Dahlan memberikan pendidikan keimanan dengan praktek ibadah, shalat
berjamaah, sunnah rawatib, sampai kepada latihan berpidato untuk dakwah.
Sedangkan usaha H. Rasuna Said dalam pendidikan
Islam beliau memperkasai berdirinya lembaga-lembaga pendidikan di samping
beliau aktif di dalamnya. Di antara lembaga-lembaga pendidikan yang dibangun
itu adalah :
a) Kursus
pemberantasan Buta Huruf dengan nama Sekolah Menyesal.
b) Membuka
sekolah Thawalib Rendah di Padang, dan mengajar di Sekolah Thawali Puteri.
c) Kurusus
Puteri yang di pimpin oleh Rasuna Said di samping ia mengajar pada Kursus
Normal’’, kedua-duanya di Bukit Tinggi. Di mana sekligus digembleng kader-kader
partai PERMI.
Di atas telah diterangkan tentang
pengertian pendidikan islam. Oleh karena itu dalam pembahasan berikut ini guna memperjelas uraian peran wanita dalam
pendidikan islam, akan diikuti pendekatan dan pandangan ilmu pendidikan yang
membagi pelaksanaan pendidikan menjadi 3 macam : informal, formal, dan non
formal.
a)
Pendidikan
Informal
Dimaksud demikian yaitu pendidikan yang
dilaksanakan dalam keluarga. Pendidikan dalam jenis ini yaitu orang tua yang
terdiri dari bapak ibu, sedangkan terdidiknya adalah seluruh anak yang ada
didalam keluarga tersebut. Karena itu sering kali terjadi terdidik itu bukan
dari satu kelompok usia tertentu saja, tetapi meliputi berbagai usia.
Rasulullah SAW. Bersabda, yang artinya
: “setiap anak dilahirkan menurut fitrahnya, maka kedua orang tuanyalah yang
menjadikannya yahudi, nasrani maupun majus, sebagai halnya binatang yang
dilahirkan dengan sempurna” (HR. Bukhari dan Muslim)
Manusia itu di ciptakan Tuhan dengan
diberikan bekal persediaan yang sempurna untuk menerima ajaran agama (islam).
Persediaan inimerupakan potensi yang ada pada setiap anak, karena itu adanya
didikan dari orang tua atau orang lain yang mengasuhnya sangat diperlukan.
Manusia dulu menerima bimbingan dan didikan dam keadaan tidak mengetahui
sesuatu pun.
Allah berfirman, yang artinya “tuhan
itu melahirkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui
sesuatupun”.
Menurut Dr. Zakiyah Darajat mengatakan
bahwa orang tua adalah pembina pribadi yang pertama dalam hidup anak,
kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup mereka merupakan unsur-unsur
pendidikan yang tidak langsung yang dengan sendirinya akan masuk kedalam
peribadi anak yang sedang tumbuh itu.
Diantara
usaha yang dapat dilakukan oleh seorang ibu guna membimbing anaknya agar tumbuh
secara wajar dan dapat memeluk islam, yaitu :
1)
Menuntut
anaknya untuk mengucapkan kata-kata atau kalimat yang di ajarkan oleh islam
seperti doa sehari-hari
2)
Menjelaskan
dan memberi contoh dalam melaksanakan perbuatan baik atau ibadah
3)
Mengajak
dan membiasakan anak untuk melakukan amal ibadat seperti sholat, puasa wajib
maupun sunnah
4)
Membimbing
dan membiasakan anak untuk melakukan perbuatan yang baik atau akhlak terpuji
dan mejauhi larangannya
5)
Memberikan
peringatan bila anak meninggalkan perintah-perintah agama
6)
Sekali
tempo memberikan hadiah kepada anaknya apabila mereka melakukan perbuatan
berprestasi dan pantas diberikan hadiah
7)
Memberikan
hukuman bila mana anaknya melanggar agama
8)
Memberikan
kisah, mengenai orang-orang baik yang pantas dijadika suri tauladan.
Membimbing
anak agar berkpribadian muslim ini di perlukan ketentuan, keuletan, dan
kesabaran. Program dan kegiatan itu harus benar-benar memadahi yaitu mencakup
bina fisik, mental dan spritual. Sebab dengan cara itu maka anak akan tumbuh
dan berkembah secara wajar.
b)
Pendidikan
Formal
Yang
dimaksud disini yaitu pendidikan yang diselenggarakan di lembaga-lembaga
pendidikan formal seperti sekolah, madrasah dan lain-lain. Adapun ciri-ciri
pendidikan ini yaitu :
1.
Mempunyai
program yang telah direncanakan secara teratur dan ditetapkan secara resmi
serta harus dilaksanakan
2.
Mempunyai
kelas-kelas tertentu yang merupakan jenjang-jenjang pendidikan
3.
Diadakan
evaluasi hasil belajar siswa pada setiap tahap tertentu sebagai hasil laporan
hasil presentasi belajarnya dan juga laporan kepada orang tua siswa.
Sehubungan
dengan ciri-ciri di atas, maka sekalipun waktu belajar dilembaga pendidikan ini
sangat terbatas, relatif lebih sedikit dibandingkan dengan pendidikan informal,
tetapi pendidikan di sini mempunyai pengaruh besar terhadap jiwa anak. Dr.
Mahmud Yunus mengatakan bahwa : “kewajiban sekolah adalah melaksanakan
pendidikan yang tidak dapat dilaksanakan dirumah dijadikan dasar untuk
pelajaran sekolah, kelakuan anak yang kurang baik di perbaiki, tabiat yang
salah di betulkan, perangai yang kasar di perhalus, tingkah laku yang tidak
senonoh di perbaiki dan begitulah seterusnya.”
Pendidikan
formal ada 2 macam : yaitu langsung dan tidak langsung
Langsung, yaitu pendidikan yang
dilaksanakan dengan materi-materi ajaran islam seperti aqidah, ibadah, akhlak,
muamalah, tarikh dan lain sebagainya. Sedangkan tidak langsung, yaitu
materi-nateri ajaran islam yang terkait, tetapi juga ikut menunjang bagi
realisasi ajaran islam
Agar
tujuan pendidikan islam dapat tercapai, pendidik dapat melaksanakan pendidikan
islam dengan menggunakan metode-metode antara lain :
1)
Ceramah
yaituguru menyampaikan pengetahuan atau pengertian secara lisan di muka kelas,
sedangkan para siswa mendengarkan
2)
Diskusi
yaitu guru bersam-sama dengan murid membicarakan suatu topik atau problem
tertentu
3)
Tanya
jawab yaitu bertanya kepada murid atau sebaliknya murid bertanya kepada guru
4)
Tujuan
tanya jawab ini untuk mengarah pemikiran murid serta menyelidiki daya ingat
murid terhadap hal-hal yang sudah dipejari
5)
Resitasi
yaitu guru memberikan tugas yang harus dilaksanakan oleh siswa kemudian guru
meminta tanggung jawabnya atas tugas yang dibebankan itu telak dilaksanakan
dengan baik atau belum
6)
Sosiodrama
yaitu cara mengajar dengan cara mendramatisasikan pola-pola tingkah laku dalam
hubungan sosial
7)
Demonstrasi
yaitu cara mengajar dengan memperlihatkan suatu proses kepada murid, kemudian
murid mempraktekan apa yang dilihat
8)
Karya
wisata yaitu cara mengajar dengan memberikan kesempatan kepada murid untuk
memperoleh pengalaman langsung mengenai sesuatu yang tertentu diluar kelas
Adapun tidak
langsung yaitu dengan cara menyusupkan ajaran islam kedalam mata pelajaran lain
yang dapat disusupi. Cara penyusupan ini harus benar-benar bijak sana dan
materi ajaran islam yang disusupkan harus tepat tidak dibuat-buat.
b)
Pendidikan
Non Formal
Jenis pendidikan ini terjadi dan dilaksanakan diluar keluarga
dan sekolah seperti mushollah, masjid, tempat pertemuan, pesantren dan
lain-lain. Terdidik dalam pendidikan ini terdiri dari anak-anak, remaja,
dewasa, orang tua atau campuran dari keempat tingkat umur itu.
Tingkat kepandaiannya pun bermacam-macam rendah, menengah,
atau tinggi. Materi yang diajarkan meliputi aqidah, ibadah, akhlak, muamalah,
dan tarikh nabi, tetapi silabi dalam mata pelajaran itu belom ada bahkan tidak
ada. Dengan demikian pendidikan ini dilaksanakan secara teratur dan sadar. Oleh
karena itu umumnya tidak diadakan absensi. Rasulullah SAW bersabda, yang
artinya “sampaikanlah dan padakyu walaupun satu ayat”
Rasulullah bersabda pula, yang artinya “menuntut ilmu adalah
wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan”
Wanita mempunyai peranan penting dalam pendidikan islam, hal
ini di sebabkan terutama dinegara kita, jenis pendidikan ini ditangani oleh
wanita sehingga berjalan lancar.
Di samping penjelasan diatas diakui pula adanya
hambatan-hambatan antara lain :
1)
Wanita
umumnya kurang memiliki waktu luang, hal ini disebabkan oleh tugas dan
pekerjaan sesuai dengan nalurinya : yaitu sebagai pendamping suami, penerus
keturunan dan lain-lain. Akibatnya mereka kurang dapat melaksanakan tugas
pendidikan ini secara maksimal,
2)
Ada
sebagian laki-laki yang berfikiran bahwa tugas seorang wanita hanya
menyelesaikan pekerjaan dalam rumah tangga.
C.
Pendidikan
Islam Menatap Masa Depan
1.
Pendidikan
dan Masa Depan
Sebagaimana telah diuraikan dalam
bab sumber-sumber pendidikan islam bahwa ajaran islam itu secara garis besar
berisi 3 macam yaitu : aqidah,ibadah dan Muamalah . Mengenai aqidah dan ibadah kedua hal itu
merupakn sesuatu yang paten tidak dapat diotak-atik lagi,, manusia tiggal
melaksanakan sesuai dengan ketentuan allah lewat petunjuk atau bimbingan nabi.
Mereka di perintah oleh tuhan untuk melakukan kajian, apa dan bagaimana yang
lebih tepat mereka lakukan sesuai dengan aktu dan temmpat dimana mereka
berrada, asalkan kesemuannya itu tidak menyimpang dari ketentuaan Al-Quran dan
sunah Rosul
Sehubungan
dengan hal ini inilah maka Rosulllawah SAW bersabdah:
“Engkau lebih
mengeahui urusan-urusan duniamu”
Degan
deikian segala urusan keduniaan baik menyangkut masalah
politik,social,ekonomi,budaya,keamanan,teknologi dan lain-lain semua terlletak
di tangan manusia
Allah
Berfirma:
cÎ) ©!$# w çÉitóã $tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçÉitóã $tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 ÇÊÊÈ
“sesungguhya allah idak meubbah keadaan suatu kau sehingga mereka
merubah keaaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS,Ar-Radu:11)
Dengan
penjelasan diatas dapat dipahamkan bahwa apabila umat islam mau bekerja dan
berusaha menggikuti peunjuk Tuhan maka umat islam akan dapat pencapai kemajuan
zaman. Islam selalu menutun kepada pemeluknya untuk mencapai kemajuan.
Dra.Rohadi
Abdul Fatah dan Drs.Sudarjo mengemukakan tentang cirri-ciri untuk membawa
pemeluknya kepada kemajuan dan kemoderenan yaitu;
a)
Islam
memang sangat mencela manusia yang berpikiran sempit dan fanatic buta. Karena
hal ini akan mengendurkan dan melemahkan manusia sehingga menjadikannya
eresolir dari dunia kehidupan yang sangat komplek. Dan yang lebih kongkrit
bersikap dan bertindak dari hal yang tradisional saja, tetapi islam harus
membawa manusia supaya maju, dinamis dalam menghadapi kehidupapn dirinya,
lingkungan masyarakatnya.
b)
Islam
memang tegas lagi menekankan kepada pemeluknyauntuk mempunyai pikiran yang
sangat luas maka jangkauaan cakkerawala pemikaran dan tinjauan terhadap
sejarahnya juga harus matang. Di saping itu , pola pikiran yang tertuang dlam
cirri ini hendaknya dapat diterapkan pada hubungan yang di terapkanpad hubungan
yang sangat luas, baik sikap yang regional, nasional ataupun internasional.
c)
Ciri
yang ke tiga dari orang modern adalah selalu menghargai waktu dan jika
melakukan sesuatu pekerjaan selalu di siplin dan terratur dalam menyusun
program-programnya. Penyusunan program yang semakin tearah itu akan menjadikan
perbuatan tersebut rapi, hsilnya pun baik ajaran islam sangat cocok dalam pola
pemikiran yang semacam ini, karena islam telah membberikan petunjuk agar dalam
menjalankan tugas-tugasnya harus disusun sedemikian rupa dan diatur serapi
mungkin sehingga hasil pekerjaan tersebut memuaskan
d)
Ciri
yang ke empat dari orang modern adalah selalu terlibat dalam suatu aktifitas
atau yang menuju kepada dinamisasi pola berpikir dan pola kehidupan nya dan
selalu mengadakan perencanaan yang baik teratur dan mengena sehingga tercipta
sutu organisasi dan rencana kerja yang mantap. Proses inilah yang bermaksud
untuk menciptakan suatu kerja yang terrartur dan rapi, agar dapat mengurus dan
mengonsepsikan suatu pola kehidpan manusia yang menuju kepada kehidupan yang
harmonis. Kehidupan manusia yang harmonis dapat I wujudkan atau
terealisasi jika para pengelolanya mampu
berbuat sesuatu, sesuai dengan fungsi dan tugasnya masng-maing; di samping itu
perbuatan tersebut harus di rencanakan dan diorganisasi secara baik dan
sistematis.
e)
Percaya
pada diri sendiri mampu mengatasi persosln dengan sebaik-baiknya dan mempunyai
keyakinan, kepercayaan yang mantap bahwa dirinya mampu menguasai alam
lingkungan (masyarakat) demi meningkatkan mutu, tujuan dan sasaran hidupnya.
Percaya pada diri sendiri adalah factor yang terpenting bagi seseorang untuk
mencapai sukses yang gemilang.
f)
Selalu
memperhitungkan dalam kehidupan diri peribadinya orang ini juga mengetahui
perhitungan-perhitungan yang cukup kompleks akan beberapa hokum alam dan hokum
tuhan (sunnatullah) hal ini juga tidak bertentanggn dengan ajaran-ajaran islam,
tetapi yang dilangar apa bila tidak sebagai manusia merasa mampu menentukan
kehitunggan ukum alam secara pasti.
g)
Menunjukkan
adanya sifat menghargai orang lain (menghargai sesame manusia) dan ia merasa
sdar bahwa dirinya itu tidak akan hidup sendirian saja melain kan harus selalu
berhubungan dengan orang lain, saling menghormati dan ia akan sadarterhadap
martabatnya (dignity) orang lain, dimana orang lain pun mempunyi kedudukan yang
sama, sbagai manusia hinup di dunia ini. Dalam hal ini islam telah mengajarkan
adanya sikap saling menghormati antara suatu individu dengan individu lainnya,
supaya terjadi suasana kehidupan manusia yang rukun, tenram dan damai.
h)
Senantiasa
meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya manusia tersebut
menempatkan ilmu pengetahuaan dan teknologi pada posisi yang di perlukan dalam
hidup. Sebab dengan ilmu dan teknologi yang tinggi manusia akan terrangkat
derajat kehidupannya, baik kehidupan agama, politik ekonomi, social dan budaya.
Manusia itu akan mengetahui maksud, tejuan dan esensi dari hidup ini Karena
adanya ilmu pegetahuan dan teknologi yag di miliki secara sempurna, secara
matang dan mantap dan mendalam.
i)
Selalu
berbuat adil dan memeratakan persoalan apapun di hadapan manusia lain. Orang yang
berbuat adil sebetulnya telah melakukan fiterahnya di muka bumi ini untuk
menjalankan suatu perbuatan yang baik tanpa pretensi apapun
2.
Konsepsi
Pendidikan Islam Menatap Masa Depan
Konsepsi
pendidikan Islam dalam menatap masa depan perlu diusahakan pendekatan dan
langkah sebagai berikut:
a)
Pendidikan
dalam bekerja dan berusaha selalu mengacu pada cita-cita yang menghendaki
terbentuknya manusia, muslim, muttakin yang mempunyai sifat dan tidak hanya
sebagai ulul albab.
Yang di maksud
ulul albab adalah: oran-orang yang dengan akal pikirannya, suka memperhatikan
segala ciptaan Allah dan ajaranNya untuk mendapatkan keyakinan atas kebenaran
ajaran tersebut.
Yang dimaksud
Muttaqin adalah: orang yang memiliki ciri-ciri sebagaimana disebutkan dalam
surat Al-Baqoroh ayat 2 sampai dengan ayat 5 yang artinya:
Ayat (2). Kitab al-Quran itu tidak ada keraguan padanya,petunjuk
bagi mereka yang bertakwa. Ayat (3) yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib
yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang kami anugerahkan
kepada mereka. Ayat (4) yang mereka yang beriman kepada kitab al-quran yang
diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta
mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Ayat (5) mereka itulah yang telah
mendapat petunjuk dari Tuhannya dan merekalah orang-orang yang beruntung
(QS.Al-Baqarah:2-5).
b)
Pendidikan
yang membina kedisiplinan menempati waktu serta memanfaatkan waktu tersebut
guna melakukan amal shaleh berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran.
Disiplin memegangi waktu merupakan modal utama bagi mencapai
kemajuan. Dengan menguasai dan memangaatkan waktu sebaik-baiknya merupakan
langkah awal bagi kesuksesan, selanjutnya kesuksesan itu sendiri merupakan
langkah menuju kepada kemajuan.
Amat jelas mengenai pentingnya penggunaan waktu sebab hanya di
dalam waktulah manusia dapat melakukan amal kebajikan.
c)
Materi
pendidikan islam selalu dioreantasikan kepada kejayaan budaya Islam masa
lampau, menghayati atau memahami masa sekarang dan memandang kepada masa depan.
Berdasarkan atas kejayaan budaya masa lampau kesuksesan dimasa sekarang kita
susun dan diprogramkan secara matang untuk mencapai sukses di masa yang akan
datang.
Pendidikan Islam supaya dapat menciptakan suasana sehingga semua
orang yang terlibat berusaha untuk maju, sehingga hari ini harus lebih baik
dari hari kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini.
d)
Pendidikan
Islam supaya selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan peserta
didik yang hendaknya sebagai mahluk monodualis, yaitu manusia yang terdiri dari
jiwa dan raga sebagai mahluk insividu dan sosial serta sebagai mahluk yang
hidup di dunia dan kelak akan hidup di alam baka.
Materi ini memenuhi kebutuhan jiwa dan raga sebagai individu dan
sosial serta sebagai mahluk yang saat ini hidup di dunia dan kelak akan hidup
di akhirat.
Agar orang dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia, maka ia perlu
berusaha memenuhi segala sarana dan prasarana untuk dapat hidup di dunia. Di
samping itu juga sarana dan prasarana untuk dapat bahagia di akhirat seperti berbagai
cabang ilmu keakhiratan yang sangat diperlukannya guna hidup di alam akhirat
itu.
e)
Pendidikan
Islam harus dapat menciptakan suasana untuk suka belajar, bekerja, melakukan
penelitian dan beragam shaleh.hal itu dilakukan dengan hanya mengharapkan ridha
Allah. Motif ini dapat menjadikan ia tidak gampang putus asa apabila
pekerjaanya belum berhasil, demikian pula ia tidak merasa cepat puas apabila
pekerjaanya membawa hasil. Tetapi ia akan terus berusaha sehingga apa yang
dilakukannya itu mencapai hasil yang optimal. Sikap demikian inilah kiranya
yang mengantarkan ilmuan-ilmuan muslim beberapa abad yang lalu sehingga mereka
menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan, banyak pula penemuan-penemuan mereka
yang dihasilkan. Karena jasa-jasa itulah mereka menjadi pemimpin dunia selama
kuranglebih 7 abad lamanya.
Untuk menuju masa depan yang cerah, mampu memainkan peran sesuai
dengan kebutuhan dan tuntunan masa mendatang yang memiliki ciri semakin
kompleks tetapi juga professional maka diperlukan perencanaan dan orientasi
pendidikan Isalm yang memadahi.
Orientasi pendidikan Islam
yang dapat mengarah kepada cita-cita hidup Islam untuk seluruh bidang kehidupan
umat manusia menurut Prof. H.M arifin M.Ed adalah pendekatan sistem pendidikan
Islam yang dikembangkan ke arah model-model sebagai berikut:
a)
Secara
sistematik, manusia didik didampingi sebagai mahluk yang integralistik total,
yang tebentuk dari unsur rohaniah dan jasmaniyah yang tidak dapat dipishkan
antara satu sama lain.
b)
Secara
pedagogis, pendidiakan Islam diletakan pada strategi.
c)
Institusionalisasi,
pendidikan ini diwujudkan dalam struktur yang hierarkis berjenjang sejalan
dengan tingkat perkembangan jiwa manusia didik, menuju kearah optimalisai
kemampuan belajarnya yang semakin mendalam dan meluas.
d)
Secara
kurikuler, pendidikan Islam mengarahkan seluruh input instrumental dan input
environmental.
Dengan 5 konsep dan sistem pendekatan sebagaaimana tersebut di atas
kiranya akan terlahir pribadi muslim yang memiliki sifat ulul abshar dan ulul
albab berwawasan luas, disiplin dan cakap melaksanakan tugas dan kewajibannya
dalam hidup dan kehidupannya di masa yang akan datang.
0 komentar:
Posting Komentar