PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
A.
Pengertian
Filsafat Pendidikan Islam
Secara
bahasa, terpilah tiga kata, yaitu, filsafat, pendidikan, dan islam. Ketiganya
dimaknai sebagai cara berfikir secara mendasar tentang pendidikan bercorak
islam yang menjadi teori. Filsafat berasal dari dua kata bahasa Yunani,
Filsafat
pendidikan islam adalah suatu pemikiran-pemikiran yang dijadikan landasan atau
asas pendidikan, berdasarkan moral-moral islam menuju terbentuknya kepribadian
islam.
B.
Ruang
Lingkup Filsafat Pendidikan Islam
Ruang
lingkup filsafat pendidikan islam menyangkut biang-bidang sebagai berikut:
1.
Kosmologi
2.
Ontologi
3.
Philosophy
of mind
4.
Epistimologi
5.
Aksiologi
C.
Tujuan
Filsafat Pendidikan Islam
1)
Mengispirasikan,
yaitu memberikan inspirasi kepada para pendidik untuk melaksanakan ide tertentu
dalam pendidikan.
2)
Menganalisis,
yaitu memeriksa secara teliti bagian-bagian pendidikan agar dapat diketahui
secara jelas validitasnya.
3)
Mendeskriptifkan,
yaitu upaya menjelaskan atau memberi pengarahan kepada pendidik melalui
filsafat pendidikan.
4)
Menginvestigasi,
yaitu memeriksa atau meneliti kebenaran teori pendidikan.
D.
Fungsi
Filsafat Pendidikan Islam
1)
Sebagai
kerangka atau landasan dasar bagi pendidikan (teoritis).
2)
Sebagai
penunjang bagi pemecahan berbagai problematika dalam pendidikan (praktis),
artinya ilmu pendidikan dilaksanakan dalam aktifitas.
E.
Metode
Filsafat Pendidikan Islam
1.
Metode
historis, yaitu cara mepelajari filsafat dengan sejarah perkembangannya.
2.
Metode
sistematis, yaitu dengan cara memperhatikan isi persoalan filsafat.
F.
Hubungan
dan Perbedaan Filsafat, Teori, dan Praktik Pendidikan
Secara
singkat hubungan antara keduanya dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.
Filsafat
pendidikan memberikan pandangan-pandangan filsafatnya kepada teori pendidikan.
2.
Teori
pendidikan sebagai sebuah disiplin ilmu yang otonom, sering menemui
masalah-masalah yang membutuhkan bantuan filsafat pendidikan.
3.
Pelaksanaan
teori pendidikan sering memberikan bahan-bahan baru kepada filsafat pendidikan
untuk direnungkan.
Perbedaan antara keduanya antara
lain:
1)
Keduanya
merupakan dua disiplin ilmu yang berbeda.
2)
Objek
filsafat pendidikan dengan teori pendidikan berbeda.
3)
Pendekatan
keduanya perbeda.
HAKIKAT MANUSIA, MASYARAKAT, ALAM,
DAN ILMU PENGETAHUAN
A.
Pengertian
Manusia
Manusia
dalam bahasa Inggris di sebut man (asal kata dari bahasa Anglo-Saxon), arti dasar
dari kata ini tidak jelas tetapi pada dasarnya dapat dikaitkan dengan mens
(Latin), yang berarti “ada yang
berfikir”.
Dalam
KBBI (2005:714) manusia di artikan sebagai “makhluk yang berakal budi” (mampu
menguasai makhluk yang lain). Kata manusia berasal dari kata manu (Sansekerta)
atau mens (Latin)yang berarti berfikir, berakal budi,atau homo (Latin) yang
berarti manusia.
Manusia
adalah ciptaan Tuhan dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan
yang lain.
B.
Pengertian
Masyarakat
Dalam
bahasa Inggris masyarakat disebut dengan istilah society, dari bahasa Latin
soictas (dari socio: mengambil, bagian, berbagai, menyatukan). Masyarakat
adalah suatu kumpulan orang-orang atau suatu asosiasi sukarela
individu-individu yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama.
Terdapat
beberapa tokoh yang memberikan pengertian tentang masyarakat, antara lain:
1)
Masyarakat
merupakan jalinan hubungan sosial, dan selalu berubah. (Mac Iver dan Page)
2)
Masyarakat
adalah kesatuan hidup mahluk-mahluk manusia yang terikat oleh satu sistem adat
istiadat tertentu. (Koentjaraningrat)
3)
Masyarakat
adalah tempat orang-orang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. (Selo
Soemardjan dan Soeleman Soemardi)
C.
Hakikat
Alam Semesta
Kata
alam barasal dari bahasa Arab ‘alam yang seakar dengan ‘ilmu (pengetahuan) dan
alamat (pertanda). Istilah alam dalam al-qur’an datang dalam bentuk jamak
(‘alamiina), disebut sebanyak 73 kali dalam 30 surat.
Alam
semesta dapat didefinisikan sebagai kumpulan jauhar yang tersusun dari maddah
(materi) dan shurah (bentuk), yang dapat diklasifikasikan ke dalam wujud
konkrit (syahadah) dan wujud abstrak (ghaib). Kemudian dari sisi lain, alam
semesta bisa juga di bagi ke dalam beberapa jenis seperti benda-benda padat
(jamadat), tumbuh-tumbuhan (nabatat), hewan (hayawanat), dan manusia.
D.
Hakikat
Ilmu Pengetahuan
HAKIKAT PENDIDIKAN
A.
Hakikat
dan Dasar Pendidikan Islam
1.
Hakikat
Hidup
Hakikat
pendidikan tidak dapat dipisahkan dari hakikat hidup. Dalam pembicaraan tentang
hakikat hidup tidak dapat dipisahkan tentang tugas hidup dan tujuan hidup.
Tindakan manusia menurut matrealisme berasal dari alam materi (sel-sel)
badannya. Gerak hewan,tumbuhan, ataupun manusia bukan berasal dari adanya
prinsip hidup yang melahirkannya. Tetapi semata karena hukum alam yang
material.
Menurut
aliran kedua yaitu aliran serba ruh, hakikat hidup ituberasal dari ruh. Prinsip
hidup bukanlah materi tapi ruh.
2.
Hakikat
Pendidikan
Pendidikan
dapat difahami dari tiga pendekatan. Pertama, pendekatan luas. Dalam pendekatan
luas, pendidikan yaitu hidup. Pendidikan dalam arti luas, mempunyai
karakteristik sebagai berikut: masa pendidikan, lingkungan pendidikan, bentuk
kegiatan, tujuan.
Kedua,
pendidikan dalam arti sempit yaitu, pendidikan adalah sekolah. Berikut
karakteristiknya: masa pendidikan, lingkungan pendidikan, bentuk kegiatan,
tujuan kegiatan
Ketiga,
pendidikan dalam arti luas terbatas, yaitu usaha sadar yang dilakukan oleh
keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Karakteristiknya antara lain: masa
pendidikan, lingkungan pendidikan, bentuk kegiatan, tujuan pendidikan.
3.
Hakikat
Pendidikan Islam
Hakikat
pendidikan islam ditinjau dari dua aspek, yaitu:
1)
Membantu.
Hakikat pendidik membantu seorang menjadi manusia seuthnya (memanusiakan
manusia).
2)
Menolong.
Pada setiap manusia itu ada potensi untuk menjadi manusia.
4.
Dasar
Pendidikan
Dasar
pendidikan islam secara garis besar ada tiga, yaitu:
1)
Al-Qur’an
2)
As-Sunnah
3)
Perundang-undangan
yang berlaku di Indonesia
B.
Tujuan
Hidup dan Tujuan Pendidikan
Tujuan
hidup menurut islam adalah beribadah atau mengabdikepada Allah SWT. Tujuan
pendidikan berisi rumusan-rumusan dasar atau nilai-nilaidasar yang bersifat
fundamental. Tujuan pendidikan yang berisi nilai-nilai itu berfungsi untuk
mengakhiri tujuan, mengarahkan tujuan, mencapai tujuan-tujuan lain, dan memberi
nilai pada usaha.
HAKIKAT PENDIDIK
A.
Pengertian
Hakikat Pendidik
Dalam
konteks pendidikan islam, pendidik disebut dengan murabbi, muallim, dan
muaddib. Kata atau istilah murabbi , misalnya sering dijumpai dalam kalimat
yang orientasinyalebih mengarah pada memeliharaan, baik yang bersifat jasmani
maupun rohani. Sedangkan untuk kata muallim pada umumnya dipakai dalam
membicarakan aktivitas yang lebih terfokus pada pemberian atau pemindahan ilmu
pengetahuan dari seseorang yang lebih tahu kepada seseorang yang lebih tahu.
Adapun istalah muaddib menurut al-attas, lebih luas dari istilah muallim dan
lebih relevan dengan konsep pendidikan islam.
Dari
sega bahasa, pendidik memiliki pengertian sebagai orang yang mendidik. Hal ini
bermakna bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang
mendidik. Beberapa istilah tentang pendidik mengacu kepada seseorang yang
memberikan pengetahuan, keterampilan, atau pengalaman kepada orang lain.
B.
Tugas
dan Peran Pendidik
Secara
umum tugas pendidik adalah mendidik. Mendidik merupakan rangkaian proses
maaengajar, memberi dorongan, memuji, menghukum, memberi contoh, membiasakan,
dan lain sebagainya. Batasan ini memberikan arti bahwa tugas pendidik bukan
hanya sekedar mengajar sebagaimana pendapat kebanyakan orang. Adapun tugas lain
pendidik adalah menciptakan situasi untuk pendidikan.Guru memiliki peran yang
sangat penting, antara lain:
1)
Sebagai
pendidik
2)
Sebagai
pembimbing
3)
Sebagai
pelatih
4)
Sebagai
penasehat
5)
Sebagai
teladan
6)
Sebagai
peneliti
7)
Sebagai
pendorong kreativitas
C.
Kode
Etik dan Karakter Pendidik
Kode
etik pendidik adalah norma-norma yang mengatur hubungan kemanusiaan antara
pendidik dan peserta didik, orang tua peserta didik, patner, serta dengan
atasannya.
Menurut
Muhammad Athiyah al-Abrasy, menyebutkan 6 karakteristik
yang harus dimiliki pendidik sebagai berikut:
1.
Seorang
pendidik harus memiliki sifat zuhud.
2.
Seorang
pendidik harus memiliki jiwa yang bersih dari sifat dan akhlak yang buruk.
3.
Seorang
pendidik harus ikhlas dalam melaksanakan tugasnya.
4.
Seorang
pendidik juga harus bersifat pemaaf terhadap anak didiknya.
5.
Seorang
pendidik harus dapat menempatkan dirinya sebagai bapak/ibu sebelum menjadi
seorang pendidik.
6.
Harus
mengetahui bakat,tabiat, dan watak anak didik dan menguasai bidang study yang
akan diajarka
HAKIKAT PESERTA DIDIK
A.
Pengertian
Peserta Didik
Peserta
didik secara khusus adalah orang-orang yang belajar di lembaga pendidikan
tertentu yang menerima bimbingan, pengarahan, nasihat, pembelajaran, dan
berbagai hal yang berkaitan dengan proses pendidikan.
Secara
bahasa peserta didik adalah orang yang sedang berada pada fase pertumbuhan dan
perkembangan baik secara fisik maupun psikis.
Murid
dalam pengertian secara umum adalah tiap kelompok atau sekelompok individu yang
menerima pengaruh dari seseorang dari seseorang atau sekelompok orang yang
menjalankan kegiatan pendidikan. Jadi, peserta didik adalah manusia laki-laki
atau perempuan, baik anak-anak atau orang dewasa yang sedang mengalami fase
perkembangan baik fisik maupun psikis.
B.
Kepribadian
Peserta Didik
Allport
mendefinisikan kepribadian sebagai susunan yang dinamis dalam sisitem
psiko-fisik (jasmani dan rohani).
C.
Etika
dan Karakter Peserta Didik
Etika
peserta didik merupakan sesuatu yang harus dilakukan, Al-Ghazali merumuskan
sepuluh kewajiban peserta didik, antara lain:
1)
Belajar
dengan niat ibadah untuk selalu mendekatkan diri pada Allah Swt dengan niat
ikhlas.
2)
Mengurangi
kecenderungan pada urusan dunia tetapi lebih mengutamakan pada urusan akhirat.
3)
Memiliki
kepribadian tawadhu dengan lebih mengutamakan kepentingan pendidikan daripada
kepentingan pribadi.
4)
Menghindari
pemikiran-pemikiran yang dapat memengaruhi kebimbangan peserta didik yang
timbul dari berbagai aliran.
5)
Lebih
mengutamakan ilmu-ilmu yang terpuji baik itu ilmu duniawi maupun ukhrowi.
6)
Menuntut
ilmu secara bertahap sesuai dengan kemampuan yamg dimiliki peserta didik.
7)
Menuntut
ilmu secara tuntas sampai memahami materi yang dipelajari.
8)
Mengenal
nilai-nilai ilmiah atas ilmu yang dipelajari.
9)
Lebih
mengutamakan ilmu agama.
10) Harus patuh dan tunduk pada pendidik.
D.
Kebutuhan
Peserta Didik
Dasar-dasar
kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan:
1.
Aspek
Pedadogis, yaitu manusia memerlukan pendidikan.
2.
Aspek
Sosiologis dan Kultural, yaitu manusia
adalah makhluk yang berwatak dan berkemampuan dasar.
3.
Aspek
Tauhid, yaitu manusia adalah makhluk yang berketuhanan.
HAKIKAT KURIKULUM
A. Hakikat, Asas, Dasar-dasar, dan Prinsip Kurikulum
Kurikulum berasal dari curriculum
dari kata currir artinya pelari dan curure artinya tempat berpacu. Pengertian
kurikulum dalam bahasa Arab disebut manhaj, menurut Muhammad Ali al-Khouly
adalah seperangkat perencanaan untuk mengantarkan lembaga pendidikan dalam
mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan.
Asas kurikulum menurut Mohammad Al-Thoumy
Al-Syaibany asasnya terbagi menjadi empat di dalam pendidikan islam, yaitu:
pertama, asas agama yaitu al-Qur’an dan as-sunnah, kedua, asas falsafah, ketiga
asas psikologi, keempat asas sosial.
Dua orang penulis pendidikan islam,
Al-Syaibani dan Abdul Mujib menetapkan dasar pokok bagi kurikulum tersebut
sebagai berikut:
1)
Dasar
Religi
2)
Dasar
FalsafahDasar Psikologi
3)
Dasar
Sosiologis
4)
Dasar
Organisasi
Menurut
Tabrani ada beberapa prinsip evaluasi yang digariskan oleh pendidikan islam,
yaitu:
1.
Prinsip
Kesimbungan
2.
Prinsip
Menyeluruh
3.
Prinsip
Obyektivitas
B.
Isi
dan Orientasi Kurikulum Pendidikan Islam
1.
Isi
Kurikulum
Kurikulum setidaknya terdiri dari
empat unsur yaitu tujuan, isi, metode, dan evaluasi. Ibnu Khaldun mengatakan
sebagaimana dikutip oleh Abdul Mujib mengelompokkan isi kurikulum pendidikan
islam dengan dua tingkatan diantaranya: tingkatan pemula (manhaj ibtida’) dan
tingkatan atas (manhaj ‘ali).
2.
Orientasi
Kurikulum
Kurikulum menurut pendidikan islam
memiliki lima orientasi, antara lain:
a)
Orientasi
pelestarian nilai-nilai
b)
Orientasi
pada kebutuhan sosial
c)
Orientasi
peserta didik
d)
Orientasi
pada masa depan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
METODE PENDIDIKAN ISLAM
A.
Pengertian
Metode Pendidikan
Metode
pendidikan islam adalah suatu jalan atau cara untuk mencapai tujuan pendidikan
melalui aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan
jalan membina potensi-potensi pribadi.
B.
Hakikat,
Dasar, dan Prinsip Metode Pendidikan Islam
Pendidikan islam sebagai suatu sistem
dapat dipahami bahwa dalam pendidikan islam terdapat gagasan, prinsip-prinsip
dan subsistem lainnya yang saling berhubungan.
Dasar-dasar metode pendidikan islam antara
lain yaitu, dasar agamis, dasar biologis, dasar psikologis, dan dasar
sosiologis.
Dalam metode mengajar prinsip merupakan
hal penting oleh karena itu agar efektif, maka setiap metode harus memiliki
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1)
Metode
tersebut harus memanfaatkan teori
kegiatan mandiri
2)
Memanfaatkan
hukum pembelajaran
3)
Memanfaatkan
masa lampau peserta didik yang mengandung unsur-unsur yang sama dengan
unsur-unsur materi pembelajaran yang dipelajari akan melancarkan pembelajaran
4)
Didasarkan
atas teori dan praktek yang terpadu dengan baik
5)
Dll.
C.
Macam-Macam
Pendidikan Islam
Macam-macam pendidikan islam, antara
lain yaitu metode kisah, metode dialog, metode amstal, metode teladan, metode
pembiasaan, metode ibrah dan mauidhoh, dan metode targhib dan tarhib.
D.
Tugas,
tujuan, dan Fungsi, serta Prosedur Metode Pendidikan Islam
Tugas utama metode pendidikan adalah
mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologis dan pedadogis sebagai kegiatan antar
hubungan pendidikan yang terealisasi melalui penyampaian keterangan dan
pengetahuan.
Sedangkan fungsi
EVALUASI PENDIDIKAN
A.
Pengertian Evaluasi Pendidikan
Evaluasi adalah
penetapan baik buruk,
memadai kurang memadai terhadap program
pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kriteria tertentu
yang disepakati sebelum dan dapat dipertanggungjawabkan.
B.
Tujuan Evaluasi Pendidikan
Tujuan evaluasi sebagaimana disampaikan oleh Athiyah al-Abrasy
adalah untuk mengetahui kadar pemahaman
anak didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian dan mengajak anak
didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan.
C.
Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan
Dalam
melaksaksanakan evaluasi dalam pendidikan Islam ada beberapa faktor yang harus
diperhatikan oleh para evaluator dalam melaksanakan proses pendidikan.
1)
Evaluasi
harus mengacu pada tujuan
2)
Evaluasi
dilaksanakan objektif
3)
Evaluasi
harus dilaksanakan dengan konfrehensif
4)
Evaluasi
harus dilaksanakan secara terus-menerus
D.
Fungsi Evaluasi Pendidikan
1.
Secara
psikologis
2.
Secara
sosiologis
3.
Secara
didaktis-metodis, dll.
E.
Jenis-Jenis Evaluasi Pendidikan
1)
Penilaian
Formatif
2)
Penilaian
sumatif
3)
Penilaian
placement
4)
Penilaian
dianotis
F.
Langkah-Langkah Evaluasi Pendidikan
1.
Penentuan
tujuan evaluasi untuk mengetahui penguasaan peserta didik dalam potensi atau
subkompetensi tertentu setelah mengikuti proses pembelajaran.
2.
Penyusunan
kisi-kisi soal.
3.
Telaah
atau “Review dan Revisi” soal.
4.
Uji
Coba (Try Out)
5.
Penyusunan
soal diperlukan banyak butir soal.
6.
Penyajian
tes diberikan atau disajikan kepada peserta didik.
7.
Scorsing
atau pemeriksaan terhadap lembar jawaban dan pemberian angka merupakan langkah
untuk mendapatkan informasi kuantitatif dari masing-masing peserta didik.
8.
Pengolahan
hasil tes untuk discorsing, hasilnya perlu diolah dengan mencari konversi
nilai.
9.
Pelaporan
hasil tes dilaksanakan dan dilakukan scorsing, hasil pengetesan tersebut perlu
dilaporkan.
10. Pemanfaatan hasil tes yang diperoleh melalui ujian sangat berguna
sesuai dengan tujuan ujian.
KURIKULUM 2013
A.
Pengertian
Kurikulum
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang
diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta
pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
B.
Landasan Implementasi Kurikulum 2013
1.
Landasan Yuridis
Landasan yuridis kurikulum diantaranya adalah sebagai berikut:
a)
Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
b)
Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
c)
Undang-undang
Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional,
beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional. Dll.
2.
Landasan Filosofis
a)
Filosofis pancasila yang memberikan berbagai
prinsip dasar dalam pembangunan pendidikan
b)Filosofi pendidikan yang berbasis padanilai-nilai luhur,
nilai-nilai akademik, kebutuhan peserta didik, dan masyarakat.
C.
Karakteristik dan Tujuan Kurikulum 2013
a) Mengembangkan
keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial.
b)Sekolah merupakan bagian dari masyarakat
yang memberikan pengalaman belajar terencana.
c) Mengembangkan sikap, pengetahuan,dan keterampilan
serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat. Dll.
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia indonesia agar
memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan
afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan masyarakat, berbangsa,
bernegara, dn peradaban dunia.
D.
Basis
kompetensi kurikulum 2013
Pada hakikatnya kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan,
keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan
bertindak.
E.
Kompetensi inti dan kompetensi dasar
1)
Kompetensi inti
Kompetensi
Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang
harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan
pendidikan tertentu.
2)
Kompetensi
dasar
Kompetensi Dasar
merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan
dari Kompetensi Inti.
KONSEP
PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AL-GHAZALI DAN IBNU KHALDUN
A.
Biografi
Al-Ghazali
Beliau bernama Muhammad bin Muhammmad bin
Muhammad bin Ahmad Al - Ghozali. Namanya
kadang diucapkan Ghazzali (dua “Z”),artinya tukang pintal benang, karena
pekerjaan ayah al ghozali adalah tukang pintal benang wol . sedangkan yang
lazim ialah ghozali (satu “Z”),diambil dari kata Ghazalah nama kampung
kelahirannya.
Al – Ghazali lahir pada tahun 450 H /
1058 M,di Desa Thus wilayah khurasan ,Iran.
Setelah menamatkan studi di Thus dan
Jurjan,al – Ghazali melanjutkan dan meningkatkan pendidikannya di Naisabur,dan
bermukim disana. Tidak berapa lama mulailah mengaji kepada Al – juwainy. Salah
seorang pemuka agama yang terkenal dengan sebutan imamul haramain.
Kepadanya al – Ghazali belajar ilmu kalam,ilmu ushul,madzab
fiqh,retorika,logika,tasawuf,dan filsafat.
Pada hari senin tanggal 14 jumadatsaniyah
tahun 505 H / 18 Desember 1111 M imam Al – Ghazali meninggal dunia,dan beliau dimakamkan
disebelah tempat khalwat (khanaqah)-nya. Umurnya yang pendek cukup besar
manfaatnya bagi dunia ilmu pengetahuan. Karangan beliau banyak sekali,yang
paling populer adalah Ihya Ulumuddin.Hasil karyanya merupakan cermin
nyata dari jalan pikirannya.
B.
Karya-Karya Al-Ghazali
Karyanya antara lain maqasid al-falasafih
(filsafat), al- basith (ilmu fiqih dan ushul fiqih), ihya ulum ad-din (ilmu
tasawuf), jawahir al-qur,an (ilmu tafsir), dll.
C.
Biografi Ibnu Khaldun
Ibnu
Khaldun memiliki nama lengkap Abdulrohman Abu Zaid Waliyuddin bin
Muhammad bin Muhammad bin Hasan bin Muhammad bin Jabir bin Muhammad bin Ibrahim
bin Abdulrohman bin Khalid bin Utsman. Nama aslinya adalah Abdulrahman ,dan
nama keluarganya Abu Zaid,yang bergelar Waliyuddin. Nama beliau lebih dikenal
dengan nama Ibnu Khaldun. Lahir di Tunisia pada tanggal 1 Ramadhan 732 H/ 27
Mei 1332 M.. ia lebih dikenal dengan pakar kenegaraan, sejarawan, dan ahli
hukum dari madzhab Maliki. Asal usul nenek moyangnya berasal dari hadramaut.
Keluarganya merupakan tokoh politik yang berpengaruh. Di antara keluarganya,
hanya ayahnya yang tidak terjun dibidang politik.
Pada tanggal 26 Ramadlan 808 H bertepatan
tanggal 16 Maret 1406 M,ibnu khaldun meninggal dunia secara mendadak dalam usia
76 tahun dalam kedudukan sebagai qadli atau hakim. Beliau dimakamkan di
pekuburan yang berada di khoriju babu nasr di daerah Ridaniah yang
sekarang disebut dengan abbasiyah.
D.
Karya-Karya Ibnu Khaldun
Karya-karyanya
antara lain kitab al-i’bar, muqaddimah, dan at-ta’rif ibnu khaldun.
E.
Pemikiran Al-Ghazali
Pemikiran al Ghazali tentang pendidikan
dapat dilihat dari tiga buku
karangannya,yaitu Fatihat al-Kitab ,Ayyuha al-Walad dan al-Ihya
‘Ulum ad-Din.
F.
Pemikiran Ibnu Khaldun
secara garis besar,pemikiran pendidikan
ibnu khaldun tertuang dalam kitab Muqaddimah bab keenam,
1 komentar:
Casino at Foxwoods Resort and Casino - MapyRO
› › 의왕 출장안마 Hotels › 정읍 출장샵 광양 출장샵 › Hotels Compare reviews and find the best deal for the Casino at Foxwoods Resort and 속초 출장샵 Casino in 문경 출장샵 Address: West 36th St, Foxwoods, PA 18702 United States
Posting Komentar