Pages

Selasa, 01 Juli 2014

KARAKTERISTIK MEDIA AUDIO , OHP, FILM dan VIDEO



KARAKTERISTIK MEDIA AUDIO , OHP,  FILM dan VIDEO
I.            PENDAHULUAN
Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran adalah percetakan yang bekerja atas prinsip mekanis. Kemudian lahir teknologi audio-visual yang menggabungkan penemuan mekanis dan elektronis untuk pengajaran. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi multi-prosesor yang melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif ( seels dan richey, 19940). Media-media tersebut sangat lah penting untuk menunjang proses belajar siswa/mahasiswa di zaman yang modern ini, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung menarik dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa/mahasiswa, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa/mahasiswa tersebut.  
II.            RUMUSAN MASALAH
A.    Bagaimana Karakteristik Media Audio?
B.     Bagaimana Karakteristik Media Visual OHP?
C.     Bagaimana Karakteristik Media Film dan Video?

III.            PEMBAHASAN
A.    Karakteristik Media  Audio
Media audio berkaitan dengan indra pendengar, dimana pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (kedalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun nonverbal. Berikut beberapa jenis media yang dapat dikelompokan dalam media audio antara lain:

1)   Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengar berita, dapat mengetahui peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio juga dapat digunakan sebagai media pendidikan dan pengajaran yang cukup efektif. Oemar Hamalik (1985:1250) mengemukakan sebuah pendapat bahwa radio merupakan alat pendidikan yang dapat digunakan secara efektif untuk seluruh level dan pase pendidikan.
Setiap media pembelajaran masing-masing memiliki kelebihan (keuntungan ) dan kekurangan. Berikut merupakan keuntungan radio sebagai media pendidikan dan pengajaran antara lain:
a)      Harganya murah dan dapat dibeli oleh sebagian besar masyarakat
b)      Dapat dipindahkan dari suatu ruangan ke ruangan lainnya dengan mudah
c)      Dapat digunakan untuk merekam siaran-siaran penting jika radio tersebut memiliki tape recorder
d)     Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak didik
e)      Merangsang partisipasi aktif pendengar
f)       Radio memusatkan perhatian anak didik
g)      Radio dapat memberikan hal-hal yang lebih baik
h)      Radio dapat memberikan pengalaman-pengalaman luar kelas
i)        Radio dapat mengatasi ruang dan waktu, mempunyai jangkauan yang sangat luas dan dapat dihadirkan kedalam kelas
j)        Radio dapat memberikan berita autentik[1]
k)      Mendorong kreatifitas anak didik
l)        Radio berpengaruh pada pembentukan pribadi seseorang
Kelemahan-kelemahan radio sebagai pembelajaran antara lain:
a.       Sifat komonikasi radio hanya satu arah(one way communication)
b.      Program radio telah disentralisir,  sehingga kurang dapat mempersiapkan diri bersama anak didik secara baik.[2]
c.       Dalam suatu rekaman sulit untuk menentukan lokasi suatu pesan atau informasi
d.      Kecepatan merekam dan pengaturan trek yang bermacam-macam menimbulkan kesulitan kembal iuntuk memainkan kembali rekaman. [3]

2)   Alat Perekam atau Pita Magnetik
         Kaset tape recorder adalah alat perekam yang menggunakan pita dalam kaset. Pita tersebut digulung-gulung pada kumparan yang berada dalam kotak yang disebut kaset. Pita yang digunakan disebut pita magnetic yang berupa pita plastic yang tipis dan elastic. Satu sisi permukaan mengkilap dan sisilainya kusam yang mengandung oksida besi yang magnetic.
            Alat perekam mempunyai tiga putting (head) yaitu:
a)                  Putting perekam (record head)
b)                 Putting suara (play head)
c)                  Putting penghapus (erax head)
       Keuntungan-keuntungan menggunakan kaset (tape record) sebagai media pengajaran adalah sebagai berikut:
*   Dengan kaset, Guru dapat mempersiapkan terlebih dahulu dengan baik
*   Guru dapat memutar kembali program yang telah disampaikan, sehingga materi menjadi jelas
*   Melalui tape recorder mata pelajaran dapat disajikan di luar kelas
*   Kaset dapat menimbulkan banyak kegiatan
*   Kaset sangat efisien untuk mengajarkan bahasa
*   Kaset yang tidak dipergunakan lagi dapat dihapus dan diisi dengan program lainnya

Disamping keuntungan-keuntungan diatas, kaset juga mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut:
*   Daya jangkauannya terbatas ditempat program yang disajikan
*   Biaya pengadaanya bila untuk sasaran yang banyak jauh lebih mahal

3)   Laboratorium Bahasa
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa untuk mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi yang disiapkan sebelumnya. Siswa atau mahasiswa mendengarkan suara guru atau suara radio cassette melalui headphone. Dengan jalan demikian siswa dapat segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.
B.     Karaklteristik OHP
Overhead projector/transparasi yang diproyeksikan (OHP) visual baik berupa huruf, lambang, gambar, grafik, atau gabungannya pada lembar bahan tembus pandang atau plastik yang dipersiakan untuk diproyeksikan pada sebuah layar atau dinding melalui sebuah proyektor. OHP ini ditemukan sejak tahun 1930-an yaitu sejak ada penemuan lensa fresnal yang digunakan dalam OHP. OHP dirancang untuk dapat digunakan di depan kelas sehingga guru dapat selalu berhadapan atau menatap siswanya.
       Penggunaan OHP dalam dunia pendidikan mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:
·                Bersifat konkrit
·                Mengatasi batas ruang dan waktu, benda-benda yang sulit dibawa ke dalam kelas dan kejadian-kejadian masa lampau dapat diperagakan melalui OHP
·                Dapat digunakan pada cahaya yang terang karena OHP menghasilkan cahaya yang kuat
·                Lebih efektif karena informasi yang disampaikan lebih banyak dalam waktu yang relative singkat
·                Dapat digunakan berulang-ulang dapat digunakan bersama media lainnya seperti papantulis, dan sebagainya
·                Dapat dipindah-pindah dari satu kelas ke kelas lainnya
·                Dapat menggunakan warna jika diperlukan
Keterbatasan penggunaan OHP sebagai media pembelajaran, antara lain:
·                Fasilitas OHP harus tersedia
·                Listrik pada ruang harus tersedia
·                Tanpa layar dapat dimiringkan sulit untuk mengatasi distorsi tayangan yang berbentuk trapezium (keystoning)
·                Harus memiliki teknik khusus untuk pengaturan urutan baik dalam hal penyajian maupun penyimpanan
Bagian-bagian OHP
OHP terdiri dari beberapa bagian, yakni:
v   Kepala (projection head); pada bagian kepala terdapat lensa pemotret yang membawa gambar ke layar (screen), tinggi rendah kepala OHP dapat diatur kembali sesuai dengan kedudukan layar.
v   Lampu halogen; letaknya di dalam kotak yang berkekuatan antara 650-750 watt.
v   Lensa cekung; terletak di bawah atau di samping lampu halogen yang memantulkan cahaya ke lensa frensal dan plat kaca pada permukaan kotak.
v   Transparasi, diletakkan pada frensal dan kaca dipermukaan kotak proyektor yang dipantulkan kelayar.
v   Rol film, yaitu transparasi yang dapat digulung sehingga sipemakai tidak perlu susah menggantinya.
Yang termasuk dalam media OHP (Overhead Projector)
1.        Slide
Slide adalah sebuah gambar transparan yang diproyeksikan oleh cahaya (schining light) melalui proyektor. Biasanya ukuran slide 2x2 atau 3x4 cm.[4] Bahan yang digunakan ubtuk slide dapat berupa: a). etched glass,[5]b). coated glass,[6]c). sensitized glass[7]. Slide hanya mempertunjukkan satu gambar saja, teknisnya juga satu persatu. Ada juga slide yang berupa sound slide atau rupa rungu. Sound slide merupakan hasil perpaduan antara gambar diam dengan suara (sound).
Menurut Andre Rinanto (1982 : 49-50), sound slide mempunyai keistimewaan sebagai berikut:
v  Mampu menarik perhatian anak-anak
v  Meletakan dasar-dasar yang konkrit untuk berpikir, dapat menghindarkan pengertian-pengertian yang abstrak
v  Memberikan pengalaman-pengalaman yang nyata kepada anak didik sehingga dapat menumbuhkan self actifity
v  Mengembangkan keteraturan dan kontinuitas berpikir
v  Ikut membantu menumbuhkan pengertian (meaning) yang akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak
v  Meletakan dasar-dasar yang penting perkembangan belajar anak, sehingga memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama didalam diri anak
2.                  Film Strip
Film strip disebut juga slide strip, film slide, dan still film yang arti dan fungsinya sama. Film strip biasanya 50-75 buah gambar.
Ukuran film strip ada 2 jenis yaitu: a) single frame, dan b) double frame. Kedua-duanya menggunakan film yang berukuran 35 mm.

Perbedaan slide dengan film strip terletak pada; slide berupa gambar-gambar yang terpotong-potong dan diberi bingkai dan disusun dengan sebaik mungkin sesuai dengan squence penyajian materi yang akan disajikan. Sedangakn film strip berbentuk film yang khusus, yaitu film yang digulung (roll film) dan memuat sejumlah gambar yang biasanya berjumlah 50-75 buah. Oemar Hamalik (1985:91) mengemukakan bahwa slide dan film strip mengandung nilai-nilai sebagai berikut:
*      Penyajiannya berupa satu unit  atau satu kesatuan yang bulat
*      Menimbulkan dan mempertinggi minat murid
*      Setiap sistem dalam kelas melihat gambar yang sama dan dalam waktu yang sama
*      Merangsang diskusi kelas
*      Dapat dipertunjukan pada ruang setengah gelap, tidak seperti halnya gambar hidup (film)
*      Lebih efisien
*      Dapat digunakan untuk semua bidang pengajaran dan juga untuk semua tingkat usia

C.    Karakteristik Film dan Video
Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame demi frame  diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga dalam layar gambar itu terlihat hidup. Film bergerak dengan cepat dan bergantian sehingga memberikan visual yang kontinue. Sama halnya dengan film, video mampu menggambarkan suatu objek yang bergerak secara bersama-sama dengan suara yang alamiah atau sesuai. Kemampuan film dan video menampilkan gambar hidup memberikan daya tarik tersendiri. Kedua jenis media ini pada umumnya digunakan untuk tujuan-tujuan hiburan , dokumentasi, dan pendidikan. Mereka dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.
Keuntungan penggunaan Film dan video dalam proses pembejaran,  lain:
*      Film dan video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, berpraktek, dan lain-lain
*      Film dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disajikan secara berulang-ulang
*      Dapat mendorong dan meningkatkan motivasi
*      Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa
*      Film dan video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung
*      Film dan video dapat ditunjukan kepada kelompok  besar atau kecil, kelompok heterogen maupun perorangan
       Keterbatasan-keterbatasan penggunaan film dan video sebagai media pembelajaran antara lain:
*      Pengadaan film dan video umumnya memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak
*      Pada saat film, dipertunjukkan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut.
*      Film dan video yang tersedia tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan, kecuali film dan video itu dirancang dan diproduksi khusus untuk kebutuhan sendiri.
            Yang termasuk dalam media film dan video adalah:
1.      Televisi
Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara kedalam gelombang elektrik dan mengonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar. Dengan demikian, ada 2 jenis pengiriman (penyiaran) gambar dan suara, yaitu penyiaran langsung kejadian atau peristiwa yang kita saksikan sementara ia terjadi dan penyiaran program yang telah direkam diatas pita film atau pita video.
Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak sekedar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. Televisi memiliki ciri-ciri tersendiri antara lain: 1) dituntun oleh instruktur (seorang guru) menuntun siswa melalui pengalaman-pengalaman visual, 2) sistematis, siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang terencana, 3) teratur dan berurutan, siaran disajikan dengan selang waktu yang beraturan secara berurutan dimana satu siaran dibangun/ mendasari siaran lainnya, 4) terpadu, siaran berkaitan dengan pengalaman belajar lainnya seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis, dan pemecahan masalah.
Berikut ini merupakan keuntungan dan kelemahan penggunaan televisi sebagai media pembelajaran.
Kelebihan televisi sebagai media pembelajaran antara lain:
Ø  Televisi dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio visual termasuk gambar diam, film, objek, spesimen, dan drama.
Ø  Televisi dapat menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi siswa
Ø  Televisi dapat membawa kedunia nyata
Ø  Televisi dapat memberikan pada siswa peluang untuk melihat dan mendengar diri sendiri
Ø  Televisi dapat menyajikan program-program yang dapat dipahami oleh siswa
Ø  Televisi dapat menyjikan visual dan suara yang amat sulit diperoleh di dunia nyata
Ø  Televisi dapat menghemat waktu guru dan siswa
       Keterbatasan penggunaan televisi sebagai media pembelajaran, yaitu;
Ø  Televisi hanya mampu menyajikan komunikasi satu arah
Ø  Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk memahami pesan-pesannya sesuai dengan kemampuan individul siswa
Ø  Guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi film sebelum disiarkan
Ø  Layar pesawat televisi tidak mampu menjangkau kelas besar, sehingga sulit bagi semua siswa untuk melihat secara rinci gambar yang disiarkan
Ø  Kekhawatiran muncul bahwa siswa tidak memiliki hubungan pribadi dengan guru, dan siswa bisa jadi bersikap pasif selama penayangan .

D.              KESIMPULAN
Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, media pebelajaran sangatlah penting dalam proses pembelajaran, terutama untuk para siswa/mahasiswa. Karena dengan adanya media pembelajaran dapat membuat pembelajaran lebih menarik sehingga para siswa/mahasiswa menjadi termotivasi untuk lebih giat belajar serta dapat menghasilkan hasil belajar yang maksimal. Terutama alat-alat media pembelajaran yang telah disebutkan diatas, seperti media audio, ohp, film strip, slide, video, televisi sangatlah menunjang proses pembelajaran siswa/mahasiswa di zaman yang modern ini, yang semuanya serba canggih dan instan.  
E.               PENUTUP
Demikianlah makalah ini kami sampaikan. Kami sadar bahwa karya tulis ini belum sempurna baik dari segi penulisan maupun materi yang disampaikan. Oleh karena itu kami sangat berharap akan saran dan kritik dari pembaca.semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.Amin. . . .






























DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo, 2003.
Usman, M. Basyirudin. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputatpers, 2002.














[1]Sebenarnya, asli dan dapat dipercaya           
[2]M. Basyirudin- Asnawir Usman. Media pembelajaran. (Jakarta: Ciputatpers, 2002).
[3]Azhar Arsyad. Media pembelajaran. (Jakarta: PT Raja GrafindoPersada, 2003).
[4] M. Basyirudin- Asnawir Usman. Media pembelajaran. (Jakarta: Ciputatpers, 2002).
[5]Dapat ditulis dengan tinta, tidak menyebar, dan dapat dibuat gambar pinggir yang bagus dan dapat juga ditulis dengan pensil  biasa
[6]Dapat dibuat gambar secara ter-perinci
[7]Digunakan untuk slide, fotografy yang tidak dicetak

0 komentar:

Posting Komentar