KARAKTERISTIK
MEDIA AUDIO , OHP, FILM dan VIDEO
I.
PENDAHULUAN
Media
pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang, dan
peralatan. Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan
teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses
pembelajaran adalah percetakan yang bekerja atas prinsip mekanis. Kemudian
lahir teknologi audio-visual yang menggabungkan penemuan mekanis dan elektronis
untuk pengajaran. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi
multi-prosesor yang melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif (
seels dan richey, 19940). Media-media tersebut sangat lah penting untuk
menunjang proses belajar siswa/mahasiswa di zaman yang modern ini, sehingga
proses pembelajaran dapat berlangsung menarik dan dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa/mahasiswa, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa/mahasiswa tersebut.
II.
RUMUSAN
MASALAH
A.
Bagaimana Karakteristik
Media Audio?
B. Bagaimana
Karakteristik Media Visual OHP?
C. Bagaimana
Karakteristik Media Film dan Video?
III.
PEMBAHASAN
A.
Karakteristik
Media Audio
Media audio berkaitan dengan indra pendengar, dimana
pesan yang disampaikan
dituangkan
dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (kedalam kata-kata atau
bahasa
lisan) maupun nonverbal.
Berikut beberapa jenis media yang dapat
dikelompokan
dalam media audio antara
lain:
1) Radio
Radio
merupakan
perlengkapan
elektronik yang dapat
digunakan
untuk
mendengar
berita,
dapat
mengetahui
peristiwa
penting
dan
baru, masalah-masalah
kehidupan
dan
sebagainya.
Radio juga
dapat
digunakan
sebagai media pendidikan
dan
pengajaran yang cukup
efektif.
Oemar
Hamalik (1985:1250) mengemukakan sebuah pendapat bahwa radio merupakan
alat
pendidikan yang dapat
digunakan
secara
efektif
untuk
seluruh level dan
pase
pendidikan.
Setiap
media
pembelajaran
masing-masing
memiliki
kelebihan (keuntungan )
dan
kekurangan. Berikut
merupakan
keuntungan radio sebagai
media pendidikan dan pengajaran antara lain:
a) Harganya
murah
dan
dapat
dibeli
oleh
sebagian
besar
masyarakat
b) Dapat
dipindahkan
dari
suatu
ruangan
ke
ruangan
lainnya
dengan
mudah
c) Dapat
digunakan
untuk
merekam
siaran-siaran
penting
jika radio tersebut
memiliki tape recorder
d) Radio dapat
mengembangkan
daya
imajinasi
anak
didik
e) Merangsang
partisipasi
aktif
pendengar
f) Radio memusatkan
perhatian
anak
didik
g) Radio dapat
memberikan
hal-hal yang lebih
baik
h) Radio dapat
memberikan pengalaman-pengalaman luar kelas
i)
Radio dapat mengatasi ruang dan waktu, mempunyai jangkauan yang sangat
luas
dan
dapat
dihadirkan
kedalam
kelas
k) Mendorong
kreatifitas
anak
didik
l)
Radio berpengaruh
pada
pembentukan
pribadi
seseorang
Kelemahan-kelemahan radio sebagai
pembelajaran
antara lain:
a.
Sifat komonikasi radio hanya
satu
arah(one way
communication)
b.
Program radio telah disentralisir,
sehingga
kurang
dapat
mempersiapkan
diri
bersama
anak
didik
secara
baik.[2]
c.
Dalam suatu rekaman sulit untuk menentukan lokasi suatu pesan atau informasi
d.
Kecepatan merekam dan pengaturan trek yang bermacam-macam
menimbulkan
kesulitan
kembal
iuntuk
memainkan
kembali
rekaman. [3]
2)
Alat Perekam atau Pita Magnetik
Kaset tape recorder adalah alat perekam yang menggunakan pita dalam
kaset.
Pita tersebut
digulung-gulung
pada
kumparan yang berada
dalam
kotak yang disebut
kaset.
Pita yang digunakan
disebut pita magnetic yang
berupa pita plastic yang tipis dan elastic.
Satu
sisi
permukaan
mengkilap
dan
sisilainya kusam yang mengandung
oksida
besi yang magnetic.
Alat
perekam
mempunyai
tiga putting (head)
yaitu:
a)
Putting perekam (record head)
b)
Putting suara (play head)
c)
Putting penghapus (erax head)
Keuntungan-keuntungan
menggunakan
kaset
(tape
record) sebagai media
pengajaran adalah sebagai berikut:
Disamping keuntungan-keuntungan
diatas,
kaset
juga
mempunyai
beberapa
kelemahan
sebagai
berikut:
3)
Laboratorium Bahasa
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa untuk mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi yang disiapkan
sebelumnya.
Siswa
atau
mahasiswa
mendengarkan
suara guru atau
suara radio cassette melalui
headphone. Dengan jalan demikian siswa dapat segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.
B.
Karaklteristik OHP
Overhead projector/transparasi
yang diproyeksikan (OHP) visual baik berupa huruf, lambang, gambar, grafik,
atau gabungannya pada lembar bahan tembus pandang atau plastik yang dipersiakan
untuk diproyeksikan pada sebuah layar atau dinding melalui sebuah proyektor.
OHP ini ditemukan sejak tahun 1930-an yaitu sejak ada penemuan lensa fresnal
yang digunakan dalam OHP. OHP
dirancang untuk dapat digunakan di depan kelas sehingga guru dapat selalu
berhadapan atau menatap siswanya.
Penggunaan
OHP dalam dunia pendidikan mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:
·
Bersifat konkrit
·
Mengatasi batas ruang dan waktu, benda-benda yang sulit
dibawa
ke
dalam
kelas
dan
kejadian-kejadian
masa
lampau
dapat
diperagakan
melalui OHP
·
Dapat digunakan pada cahaya yang terang
karena OHP menghasilkan
cahaya yang kuat
·
Lebih efektif karena informasi yang disampaikan
lebih
banyak
dalam
waktu yang relative singkat
·
Dapat digunakan berulang-ulang
dapat
digunakan
bersama media lainnya
seperti papantulis, dan sebagainya
·
Dapat dipindah-pindah
dari
satu
kelas
ke
kelas
lainnya
·
Dapat menggunakan warna jika diperlukan
Keterbatasan penggunaan OHP sebagai media pembelajaran, antara
lain:
·
Fasilitas OHP harus
tersedia
·
Listrik pada ruang harus tersedia
·
Tanpa layar dapat dimiringkan sulit untuk mengatasi distorsi tayangan yang berbentuk trapezium (keystoning)
·
Harus memiliki teknik khusus untuk pengaturan urutan baik dalam hal penyajian maupun penyimpanan
Bagian-bagian
OHP
OHP terdiri dari beberapa bagian, yakni:
v
Kepala (projection head); pada bagian kepala terdapat lensa pemotret yang membawa
gambar
ke
layar (screen), tinggi
rendah
kepala OHP dapat
diatur
kembali
sesuai
dengan
kedudukan
layar.
v
Lampu halogen; letaknya di dalam kotak yang berkekuatan
antara 650-750 watt.
v
Lensa cekung; terletak di bawah atau di samping lampu halogen yang memantulkan
cahaya
ke
lensa
frensal
dan plat kaca
pada
permukaan
kotak.
v
Transparasi, diletakkan
pada
frensal
dan
kaca
dipermukaan
kotak
proyektor yang dipantulkan
kelayar.
v
Rol film, yaitu
transparasi yang dapat
digulung
sehingga
sipemakai
tidak
perlu
susah
menggantinya.
Yang
termasuk dalam media OHP (Overhead Projector)
1.
Slide
Slide
adalah sebuah gambar transparan yang diproyeksikan
oleh
cahaya (schining light)
melalui proyektor. Biasanya ukuran slide 2x2 atau 3x4 cm.[4]
Bahan yang digunakan
ubtuk slide dapat
berupa: a).
etched glass,[5]b).
coated glass,[6]c).
sensitized glass[7].
Slide hanya mempertunjukkan satu gambar saja, teknisnya
juga
satu
persatu. Ada juga slide yang
berupa sound slide atau rupa rungu. Sound slide merupakan
hasil
perpaduan
antara
gambar
diam
dengan
suara
(sound).
Menurut Andre Rinanto
(1982 : 49-50), sound slide mempunyai keistimewaan sebagai berikut:
v Mampu
menarik perhatian anak-anak
v Meletakan
dasar-dasar yang konkrit untuk berpikir, dapat menghindarkan
pengertian-pengertian yang abstrak
v Memberikan
pengalaman-pengalaman yang nyata kepada anak didik sehingga dapat menumbuhkan
self actifity
v Mengembangkan
keteraturan dan kontinuitas berpikir
v Ikut
membantu menumbuhkan pengertian (meaning) yang akan mempengaruhi perkembangan
bahasa anak
v Meletakan
dasar-dasar yang penting perkembangan belajar anak, sehingga memungkinkan hasil
belajar lebih tahan lama didalam diri anak
2.
Film
Strip
Film strip disebut juga
slide strip, film slide, dan still film yang arti dan fungsinya sama. Film
strip biasanya 50-75 buah gambar.
Ukuran film strip ada 2 jenis yaitu: a) single
frame, dan b) double frame. Kedua-duanya menggunakan film yang berukuran 35 mm.
Perbedaan slide dengan
film strip terletak pada; slide berupa gambar-gambar yang terpotong-potong dan
diberi bingkai dan disusun dengan sebaik mungkin sesuai dengan squence
penyajian materi yang akan disajikan. Sedangakn film strip berbentuk film yang
khusus, yaitu film yang digulung (roll film) dan memuat sejumlah gambar yang
biasanya berjumlah 50-75 buah. Oemar Hamalik (1985:91) mengemukakan bahwa slide
dan film strip mengandung nilai-nilai sebagai berikut:
C. Karakteristik Film
dan Video
Film atau gambar hidup
merupakan gambar-gambar dalam frame demi frame
diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga dalam
layar gambar itu terlihat hidup. Film bergerak dengan cepat dan bergantian
sehingga memberikan visual yang kontinue. Sama halnya dengan film, video mampu
menggambarkan suatu objek yang bergerak secara bersama-sama dengan suara yang
alamiah atau sesuai. Kemampuan film dan video menampilkan gambar hidup
memberikan daya tarik tersendiri. Kedua jenis media ini pada umumnya digunakan
untuk tujuan-tujuan hiburan , dokumentasi, dan pendidikan. Mereka dapat
menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit,
mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi
sikap.
Keuntungan
penggunaan Film dan video dalam proses pembejaran, lain:
Keterbatasan-keterbatasan
penggunaan film dan video sebagai media pembelajaran antara lain:
Yang termasuk dalam media film dan video adalah:
1.
Televisi
Televisi adalah sistem
elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui
kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan
suara kedalam gelombang elektrik dan mengonversinya kembali ke dalam cahaya
yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar. Dengan demikian, ada 2 jenis
pengiriman (penyiaran) gambar dan suara, yaitu penyiaran langsung kejadian atau
peristiwa yang kita saksikan sementara ia terjadi dan penyiaran program yang
telah direkam diatas pita film atau pita video.
Televisi pendidikan
adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan
pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan
tidak sekedar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. Televisi
memiliki ciri-ciri tersendiri antara lain: 1) dituntun oleh instruktur (seorang
guru) menuntun siswa melalui pengalaman-pengalaman visual, 2) sistematis,
siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman
belajar yang terencana, 3) teratur dan berurutan, siaran disajikan dengan
selang waktu yang beraturan secara berurutan dimana satu siaran dibangun/
mendasari siaran lainnya, 4) terpadu, siaran berkaitan dengan pengalaman
belajar lainnya seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan,
menulis, dan pemecahan masalah.
Berikut ini merupakan
keuntungan dan kelemahan penggunaan televisi sebagai media pembelajaran.
Kelebihan
televisi sebagai media pembelajaran antara lain:
Ø Televisi
dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio visual termasuk gambar diam, film,
objek, spesimen, dan drama.
Ø Televisi
dapat menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi siswa
Ø Televisi
dapat membawa kedunia nyata
Ø Televisi
dapat memberikan pada siswa peluang untuk melihat dan mendengar diri sendiri
Ø Televisi
dapat menyajikan program-program yang dapat dipahami oleh siswa
Ø Televisi
dapat menyjikan visual dan suara yang amat sulit diperoleh di dunia nyata
Ø Televisi
dapat menghemat waktu guru dan siswa
Keterbatasan
penggunaan televisi sebagai media pembelajaran, yaitu;
Ø Televisi
hanya mampu menyajikan komunikasi satu arah
Ø Televisi
pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk memahami
pesan-pesannya sesuai dengan kemampuan individul siswa
Ø Guru
tidak memiliki kesempatan untuk merevisi film sebelum disiarkan
Ø Layar
pesawat televisi tidak mampu menjangkau kelas besar, sehingga sulit bagi semua
siswa untuk melihat secara rinci gambar yang disiarkan
Ø Kekhawatiran
muncul bahwa siswa tidak memiliki hubungan pribadi dengan guru, dan siswa bisa
jadi bersikap pasif selama penayangan .
Dari
penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, media pebelajaran
sangatlah penting dalam proses pembelajaran, terutama untuk para
siswa/mahasiswa. Karena dengan adanya media pembelajaran dapat membuat
pembelajaran lebih menarik sehingga para siswa/mahasiswa menjadi termotivasi
untuk lebih giat belajar serta dapat menghasilkan hasil belajar yang maksimal.
Terutama alat-alat media pembelajaran yang telah disebutkan diatas, seperti
media audio, ohp, film strip, slide, video, televisi sangatlah menunjang proses
pembelajaran siswa/mahasiswa di zaman yang modern ini, yang semuanya serba
canggih dan instan.
E.
PENUTUP
Demikianlah makalah ini kami sampaikan. Kami
sadar bahwa karya tulis ini belum sempurna baik dari segi penulisan maupun
materi yang disampaikan. Oleh karena itu kami sangat berharap akan saran dan
kritik dari pembaca.semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.Amin. . . .
DAFTAR
PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media
Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo, 2003.
Usman, M. Basyirudin. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputatpers, 2002.
[5]Dapat ditulis dengan tinta,
tidak menyebar,
dan dapat dibuat gambar pinggir
yang bagus dan dapat juga ditulis dengan pensil
biasa
0 komentar:
Posting Komentar