Pages

Minggu, 07 Juni 2015

desain silabus

DESAIN SILABUS
MAKALAH
 Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Perencanaan Pembelajaran
Dosen Pengampu :


Disusun Oleh :
Zaenatul Umroh               ( 133311008)
Ma’rifatun                                    (133311009)
Rizqi Amalia                     ( 133311011 )
Kependidikan Islam
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015


I.                   Pendahuluan
Pada bab ini merupakan implementasi dari penjelasan pada bab-bab sebelumnya, mulai dari perencanaan kompetensi sampai dengan menggunakan media. Seringkali silabus dan RPP yang telah dibuat tidak dapat diimplementasikan dalam PBM karena antara satu komponen dengan komponen yang lain berkesinambungan, sehingga silabus dan RPP yang telah dibuat hanya merupakan rencana di atas kertas, dan PMB terjadi tanpa mendasarkan diri pada silabus.
Silabus adalah rancangan tertulis yang dikembangkan guru sebagai rencana pembelajaran untuk satu semester yang digunakan guru sebagai pertanggung jawaban profesional pendidik terhadap lembaga, sejawat, peserta didik, dan masyarakat.
II.                Rumusan masalah
A.    Bagaimana pengertian desain silabus?
B.     Bagaimana prinsip-prinsip penyusunan silabus?
C.     Bagaimana langkah-langkah penyusunan silabus?
D.    Bagaimana format pembuatan silabus?
III.             Pembahasan
A.    Pengertian desain silabus
Pendapat Salim yang dikutip oleh Abdul majid dalam bukunya perencanaan pembelajaran, istilah silabus dapat didefinisikan sebagai “Garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran”. Silabus adalah ancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu, sebagai hasil dari seleksi, pengelompokkan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan cirri dan kebutuhan daerah setempat.
Menurut Yulaewati yang dikutip oleh Abdul Majid, dalam bukunya perencanaan pembelajaran,
“Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis yang memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar.”

Menurut Abdul Majid, silabus adalah ancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu, sebagai hasil dari seleksi, pengelompokkan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan daerah setempat.[1]
Jadi desain silabus adalah proses merancang rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis yang memuat komponen-komponen yang berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar yang dipertimbangkan berdasarkan beberapa faktor.
Manfaat silabus
Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran, seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian. Silabus merupakan sumber pokok dalam penyusunan perencanaan pembelajaran, baik rencana pembelajaran untuk standar kompetensi maupun satu kompetensi dasar. Silabus juga bermanfaat sebagai pedoman untuk merencanakan pengelolaan kegiatan belajar secara klasikal, kelompok kecil, atau pembelajaran secara individual. Demikain opula silabus sangat bermanfaat untuk mengembangkan sistem penilaian, yang dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi sistem penilaian mengacu pada standar kompetensi dasar, dan pembelajaran yang terdapat dalam silabus.
Isi silabus
Hubungan dengan kurikulum dan pengajaran dalam bentuk lain ialah dokumen kurikulum yang biasanya di sebut silabus yang sifatnya lebih terbatas dari pada pedoman kurikulum, sebagaimana kemukakan oleh mulyani sumantri yang di kutip oleh Abdul Majid, bahwa dalam silabi hanya tercakup bidang studi atau mata pelajaran yang diajarkan selama waktu setahun atau satu semester. Pada umumnya suatu silabus paling sedikit harus mencakup unsur-unsur:
a.       Tujuan mata pelajaran yang akan di ajarkan.
b.      Sasaran-sasaran mata pelajaran.
c.       Ketrampilan yang diperlukan agar dapat menguasai mata pelajaran tersebut dengan baik.
d.      Urutan topik-topik yang di ajarkan.
e.       Aktifitas dan sumber-sumber pendukung keberhasilan pengajaran.
f.       Berbagai teknik evalluasi yang digunakan.[2]

B.     Prinsip-prinsip pengembangan silabus
Silabus merupakan produk pengembangan kurikulumdan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran. Berikut beberapa prinsip yang mendasari penyusunan silabus:
1.      Ilmiah
Seluruh materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.
2.      Relevan
Cakupan, kedalaman tingkat keuskaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan siswa baik secara sosial, emosional, dan spiritual.
3.      Sistematis
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4.      Konsisten
Adanya hubungan ang konsisten (ajeg, taat asa) anatara kompetensi dasar, indicator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan system penilaian.
5.      Memadai
Cakupan idikator, materi pokok,/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan system penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6.      Actual dan kontekstual
Semua komponen memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7.      Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang tterjadi disekolah dan tuntutan masyarakat.
8.      Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor).[3]
C.    Langkah-langkah penyusunan silabus
1.      Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Inti
Dalam hal ini guru harus memperhatikan disiplin ilmu/ tingkat kesulitan materi, keterkaitan antara kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran, dan keterkaitan kompetensi inti dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.
2.      Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar
3.      Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pokok yaitu mempertimbangkan :
1)      Potensi peserta didik
2)      Relevansi dengan karakteristik daerah
3)      Tingkat pengembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik
4)      Kebermanfaatan bagi peserta didik
5)      Struktur keilmuan
6)      Aktualisasi, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran
7)      Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan
8)      Alokasi waktu
4.      Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu meliputi memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara professional, memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar, penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan konsep materi pembelajaran.
5.      Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (urgensi), kesinambungan (kontinuitas), kesesuaian (relevansi), dan konstektual.
6.      Menentukan Jenis Penilaian
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penilaian, diantaranya adalah untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan berdasarkan indicator, menggunakan acuan kriteria, menggunakan sistem penilaian berkelanjutan, hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut, sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran.
7.      Menentukan Alokasi
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah per minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rata-rata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
8.      Menentukan sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan/ bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada kompetensi inti dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.[4]
D.    Format silabus
Unsur-unsur yang ada dalam silabus meliputi unsur umum dan khusus . dalam unsur umum meliputi: 1) mata pelajaran; 2) kelas; dan 3) semester. Sedangkan pada unsur khusus meliputi: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiata waktu,  pembelajaran, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar.[5]
Mata pelajaran                     : Manajemen pembiayaan sekolah
Semester                              : 2 (Genap)
No.
Kompetensi dasar
Indikator
Materi pokok
Penilaian
Strategi pembelajaran
Alokasi waktu
Media

1
Konsep dasar ekonomi pendidikan
1.    Dapat menjelaskan konsep dasar ekonomi pendidikan
2.    Dapat menjelaskan konsep dasar keuangan
3.    Dapat mengukur pembiayaan dalam pendidikan
1.    Konsep dasar ekonomi dalam pendidikan
2.    Konsep dasar keuangan dalam pendidikan
3.    Cara mengukur biaya dalam pendidikan
Diskusi dan tugas






Presentasi dan pembahasan serta studi kasus
1x pertemuan (100 menit)
LCD, papan tulis, spidol
2
Sumber pendapatan sekolah
1.    Mampu menjelaskan pengertian BOS
2.    Memahami Undang-undang BOS
3.    Memahami 13 item BOS
1.    Manajemen keuangan SPP, BP3, dan PAS
2.    Pengertian BOS
3.    Undang-undang
4.    BOS
Diskusi dan tugas




Presentasi dan pembahasan studi kasus
1x pertemuan (100 menit)
LCD,  papan tulis, spidol

...
...
...
...
...
...
...
8
Ulangan tengah semester (UTS)

IV.             Kesimpulan
Desain silabus adalah proses merancang rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis yang memuat komponen-komponen yang berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar yang dipertimbangkan berdasarkan beberapa faktor.
Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran, seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian.
Prinsip pengembangan silabus: Ilmiah, Relevan, Sistematis, Konsisten, Memadai, Actual dan kontekstual, Fleksibel, Menyeluruh.
Langkah penyusunan silabus: mengkaji dan menentukan kompetensi inti, Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar, Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran, Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran, merumuskan indikator pencapaian kompetensi, menentukan penilaian, menentukan alokasi, menentukan sumber belajar.
V.                Penutup
Kami sadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan yang terdapat di dalamnya, baik dari segi kriteria penulisan maupun dalam penjabarannya. Maka dari itu, dimohon input dan kritikan konstruktif sehingga dalam penyusunan berikutnya dapat lebih sempurna demi harapan bersama.


DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul. Perencanaan Pembelajaran, Bandung: Remaja Posdakarya, 2011
Fihris, Desain Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Semarang: Pustaka Zaman, 2013
Prabowo, Sugeng listyo dan Nurmaliyah, faridah. perencanaan pembelajaran, Malang: UIN Maliki press, 2010






[1] Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran (Bandung: Remaja Posdakarya, 2011), hlm 38-39.
[2] Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran..., hlm 39-40.
[3] Fihris, Desain Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) (semarang: Pustaka Zaman, 2013), hlm 56-57.
[4]Fihris, Desain Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) (semarang: Pustaka Zaman, 2013), hlm 59-64
[5] Sugeng Listyo Prabowo dan Faridah Nurmaliyah, Perencanaan Pembelajaran (Malang: UIN Maliki Press, 2010), hlm 134.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

SANGAT BERMANFAAT

Posting Komentar