Pages

Selasa, 25 Maret 2014

eksistensi pendidikan pesantren



Pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama di Indonesia yang dirintis oleh para Walisongo. Pada awal pembentukannya, fokus dari lembaga pendidikan Peasntren hanya pada pendidikan agama saja tanpa sedikit pun menyentuh ilmu umum. Pada masa itu, pesantren menjadi center pendidikan yang cukup berpegaruh karena mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam.
Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan pesantren dipandang secara sebelah mata karena pelaksanaannya yang begitu tradisional dan sangat tertutup terhadap budaya baru yang masuk khususnya budaya Barat. Kolonial Belanda menganggap pendidikan pesantren tidak penting. Disisi lain pendidikan pesantren yang didalangi oleh para Ulama menjadi ketakutan tersendiri bagi kolonial Belanda yang datang untuk misi Kristenisasi. Belanda takut pendidikan Pesantren akan semakin berkembang karena mayoritas Indonesia yang Islam tersebut, dan mememungkinan kebangkitan pribumi akibat terjadinya peperangan antara Jepang melawan Rusia yang dimenangkan oleh Jepang.
Pendidikan Islam mengalami perubahan kebijakan secara terus menerus yang merupakan salah satu upaya Belanda dalam menghambat perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, yang disini sebenarnya lebih condong pada pendidikan Pesantren. Salah satu kebijakan yang paling jelas bahwa Belanda tidak ingin pendidikan Pesantren berkembang, yaitu kebijakan pada Tahun 1932 dikeluarkan peraturan yang dapat memberantas dan menutup madrasah dan sekolah yang tidak ada izinnya atau memberikan pelajaran yang tidak disukai oleh pemerintah, yang disebut dengan Undang-undang sekolah liar (wild school ordonantie) (Haidar Putra Daulay: 2009). Namun semua usaha itu terlihat sis-sia karena pendidikan Pesantren masih tetap berjalan meski memang tidak selancar sebelum datangnya Belanda, semua berkat usaha Ulama yang sangat keras untuk tetap mengoperasikan pendidikan Pesantren meski tanpa izin dari pemerintah Belanda.
Pendidikan Pesantren dari masa ke masa terus mengalami kemajuan dalam segala bidang. Dapat kita lihat pesantren sekarang yang sudah begitu modern, banyak pesantren yang menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Arab sebagai bahasa keseharian. Dan pengajarannya juga tidak hanya fokus pada ilmu agama saja, tapi juga memasukan pendidikan umum sebagai materi pengajaran di Pesantren.

0 komentar:

Posting Komentar